Tim Penggerak PKK Kelurahan Bonipoi Belajar Bisnis, Buka Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga

Tim Penggerak PKK Kelurahan Bonipoi belajar bisnis, buka usaha peningkatan pendapatan keluarga

Tim Penggerak PKK Kelurahan Bonipoi Belajar Bisnis, Buka Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga
POS-KUPANG.COM/Yeni Rachmawati
Tim Penggerak PKK Kelurahan Bonipoi ikut lomba menu B2SA di Kantor Camat Kota Lama, Rabu (21/8/2019). 

Tim Penggerak PKK Kelurahan Bonipoi belajar bisnis, buka usaha peningkatan pendapatan keluarga

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Tim Penggerak PKK Kelurahan Bonipoi Kota Kupang meraih berbagai prestasi dalam perlombaan memasak. Untuk mendorong semangat para anggotanya maka ke depan Tim Penggerak PKK Kelurahan Bonipoi akan memulai melakukan pengembangan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga ( UP2K).

Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Bonipoi, Alda Ramadayani, kepada POS-KUPANG. COM, Kamis (22/8/2019), mengatakan menu-menu yang dilombakan akan mulai dipasarkan.

Siswa Antusias Ikut Kelas Inspirasi Menganyam di Wolomeze Ngada

"Kami tengah melakukan persiapan. Bulan depan akan dilanjutkan dengan penyuluhan-penyuluhan sambil membentuk kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga," tuturnya.

Kegiatan ini merupakan program dari Pokja II Kelurahan Bonipoi untuk membantu ekonomi keluarga.

Setelah bentuk kelompok, kata Alda, pemasarannya akan bekerja sama dengan PKK Kota. Apa bila di kelurahan mau memasarkan prodak akan dibantu pemasaran melalui internet.

Di Wolomeze Hari Pramuka Diisi dengan Kegiatan Kelas Inspirasi Menganyam, Lihat Kegiatannya

"Kemudian kami juga akan turun langsung ke warga-warga dan juga toko-toko," tuturnya.

Selain memasarkan menu-menu, anggota Tim PKK Kelurahan Bonipoi dari Pokja I, Jublina Tanium juga tengah asyik menggeluti usaha barunya untuk meningkatkan ekonomi keluarga.
Lurah Bonipoi, Warisno Daeng Matutu, menambahkan Jublina adalah warga RT 9 yang baru sekitar dua bulan memulai usaha dengan membuat sofa dari bahan daur ulang sampah botol Aqua plastik ukuran 1,5 liter. Satu set sofa dijual dengan harga Rp 1 juta 500 ribu.

Kata Warisno sofa dari bahan dasar botol plastik ini juga sudah dipamerkan saat kelurahan melakukan kegiatan sosialisasi tentang bahaya sampah plastik dan demo pengelolaan sampah plastik, di sekolah dasar Bonipoi untuk menguji kekuatan dari kursi tersebut sekaligus membantu mengenalkan sofa ini dan juga memasarkannya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved