Breaking News:

Renungan Pagi Kristen Protestan

Renungan Pagi Kristen Protestan, Rabu 21 Agustus 2019, Tentang Skandal Sen Kiri Belok Kanan

Sebuah mobil hampir menabrak seorang pengendara motor perempuan, yang menyalakan lampu sen ke kanan, tetap dia justru belok ke kiri.

Editor: Ferry Jahang
Renungan Pagi Kristen Protestan, Rabu 21 Agustus 2019, Tentang Skandal Sen Kiri Belok Kanan
DOK PRIBADI
Pendeta Messakh Dethan

Mungkin karena kesibukan si bapak itu tidak ada keempatan untuk turun dan meladeni balasan makian ibu itu.

Jika skenario tiga yang terjadi, maka alangkah indahnya hidup ini, dimana orang tentu tidak lepas dari permasalahan yang ada, tetapi ia dengan kepala dingin mampu melihat sisi terbaik untuk menyelesaikannya.

Dan ini sebetulnya yang dianjurkan Tuhan melalui para rasulnya, agar orang beriman mampu mengendalikan diri di mana pun dan dalam keadaan apapun.

Karena sikap orang beriman sebetulnya adalah bagian dari iman dan ibadahnya kepada Tuhan.

"1Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

3 Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu:

Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.

4 Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama,

5 demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain.

6 Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita.

7 Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar;

8 jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas;

siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita.

9 Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.

10 Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.

11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

12 Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!

13 Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selalu memberikan tumpangan!

14 Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk!

15 Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!"

16 Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai!

17 Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!

18 Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!

19 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.

20 Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya.

21 Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan! (Roma 12:1-21).

Menarik untuk disimak apa yang dikatakan oleh Rasul Paulus dalam Roma 12:17-18

" Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang! Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!"

Dalam kedua ayat ini Paulus meminta orang beriman jangan membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi membalasnya dengan kebaikan.

Karena baik kejahatan maupun kebaikan itu ternyata tidak hanya berdampak bagi mereka yang bertikai, tetapi juga bagi semua orang yang lain (ayat 17).

Nasehat Paulus ini sebetulnya bukan hal baru, Paulus hanya mengulangi ajaran Yesus kepada para murid-Nya agar tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi dengan kebaikan.

Ajaran Yesus ini intinya menekannkan untuk menghentikan atau memutuskan mata rantai kejahatan. Gigi ganti gigi atau mata ganti mata (Matius 5:38-45).

Paulus juga menekankan bahwa apabila perdamaian itu bergantung pada sikap kita, maka sudah semestinya kitalah yang mengupayakan perdamaian terlebih dahulu.

Karena seperti ajaran Yesus juga bahwa adalah berbahagia kalau orang bisa membawa damai dan suka cita bagi sesamanya. Karena mereka akan disebut anak-anak Allah (Matius 5:9).

Jadi jelaslah bahwa perilaku orang beriman sehari-hari menunjukann siapakah diri mereka sesungguhnya, apakah sebagai anak-anak Allah yang beriman dan beribadah,

atau sebagai anak-anak iblis yang mencari gara-gara dan permusuhan dengan sesamanya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved