Mau Tahu Siapa Guru yang membuat Anak SD dan SMP Bisa Menenun? Ini Gurunya

Melihat ibu-ibu menenun sudah menjadi hal yang biasa. Namun bagaimana kalau anak-anak perempuan tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah lanjutan ting

Mau Tahu Siapa Guru yang membuat Anak SD dan SMP Bisa Menenun? Ini Gurunya
Pos Kupang.com/dion kota
Nampak suasana Nampak suasana lomba menenun tingkat SD dan SMP di aula kantor BKD kabupaten TTS SMP di aula kantor BKD kabupaten TTS 

Laporan Reporter Pos Kupang. Com, Dion Kota

POSKUPANG.COM, SOE - Melihat ibu-ibu menenun sudah menjadi hal yang biasa. Namun bagaimana kalau anak-anak perempuan tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP) yang menenun. Tentu ini menjadi hal yang baru dan luar biasa. Apalagi jika hanya dalam waktu tiga hari, anak-anak tersebut sudah bisa menghasilkan selembar selendang tenun nan cantik.

Inilah pemandangan yang terlihat dari lomba menenun tingkat SD dan SMP yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS sejak 19 Agustus hingga 24 Agustus mendatang. Sebanyak 40 peserta mengikuti perlombaan ini. Dengan rincian, 3 peserta SD dan 37 peserta SLTP.

Onci Liu, salah satu peserta tingkat SD yang berasal dari SD Inpres Oefatu mengatakan, dirinya sangat senang bisa mengikuti lomba menenun tersebut. Dengan sabar dan teliti, sudah tiga hari dirinya menenun untuk menghasilkan selembar selendang.

Presiden Kunjungi Pelabuhan Tenau, Begini Pernyataannya

Putaran Kedua Liga 1 2019 - Persija Jakarta Resmi Pasok Pemain Madura United, Ini Nama Bombernya

Kevin Kippersluis Bangga Gabung Maung Bandung, Bobotoh Persib Banyak dari Ajax dan Inter Milan

Saat Diperkenalkan Persib Bandung, Omid Nazari Malah Singgung Persija Jakarta, Ungkap Atmosfer Liga

Siswi kelas VI ini mengaku keterampilan menenun diajarkan oleh sang ibu di rumah sejak ia masih duduk di bangku kelas V SD. Walau belum terlalu menekuni kegiatan menenun, Onci mengaku, dirinya sudah bisa menghasilkan satu lembar selendang hasil tenunannya sendiri.

" Mama yang ajar menenun di rumah. Biasa, kalau mama sudah menenun panggil saya untuk lihat dan coba. Lama-lama mulai bisa menenun sendiri. Di rumah saya sudah menghasilkan satu selendang dan kalau tambah satu selendang di sini maka sudah dua," ujarnya dengan nada lugu sambil tersenyum.

Hal senada juga diungkapkan Angela Merince Kause, peserta lomba tingkat SLTP. Wanita yang duduk di kelas 3 SLTP ini mengaku, sejak duduk di kelas 1 SLTP, sang ibu sudah mulai mengajarinya cara menenun. Sudah tiga selendang tenun berhasil ia ciptakan di rumah. Iya mengatakan, menenun membutuhkan kesabaran, ketelitian dan kecermatan.

" Menenun ini tidak sulit, yang penting kita mau sabar, teliti dan cermat. Karena menenun ini butuh proses yang cukup lama," katanya.

Terpisah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS, Edison Sipa mengatakan, mulai tahun ajaran 2019/2020 menenun telah masuk dalam kurikulum muatan lokal. Sehingga anak-anak SD dan SMP akan diperkenalkan tentang menenun sejak dini. Namun harus diakui, saat ini belum semua sekolah sudah menjalankan kurikulum muatan lokal tersebut. Salah satu kesulitannya adalah mencari tutor untuk mengajar menenun.

" Kita sudah dorong tahun ini agar menenun masuk dalam muatan lokal kita.anak-anak SD dan SMP kita kenalkan dengan menenun," sebutnya. (*)

Nampak suasana lomba menenun tingkat SD dan SMP di aula kantor BKD kabupaten TTS

Area lampiran

Penulis: Dion Kota
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved