Wariskan Budaya Nenek Moyang, Tos Kenegaraan di Keo Tengah Nagekeo Gunakan Gelas Bambu

gelas terbuat dari berbagai material dan umumnya disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

Wariskan Budaya Nenek Moyang, Tos Kenegaraan di Keo Tengah Nagekeo Gunakan Gelas Bambu
POS KUPANG/ISTIMEWA
Gelas bambu yang digunakan saat acara tos kenegaraan di Kantor Camat Keotengah Kabupaten Nagekeo, Sabtu (17/8/2019) malam. 

Wariskan Budaya Nenek Moyang, Tos Kenegaraan di Keo Tengah Nagekeo Gunakan Gelas Bambu

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Tos kenegaraan di Kecamatan Keotengah Kabupaten Nagekeo menggunakan produk lokal yaitu gelas yang terbuat dari Bambu.

Gelas Bambu yang dirancang sedemikian rupa tersebut digunakan untuk menyimpan minuman yang disajikan untuk menjamu tamu undangan yang hadir.

Upaya tersebut juga dilakukan untuk melestarikan dan mewariskan budaya leluhur di Kecamatan Keotengah.

Camat Keotengah, Hildegardis M. Kasi, mengatakan,
kegiatan toast kenegaraan menggunakan gelas bambu dilaksanakan Sabtu (17/8/2019) dikantor Camat Keotengah.

Hal ini, kata Hilda demikian ia akrab disapa dilakukan untuk menghidupkan tradisi nenek moyang yang ramah lingkungan, tidak menghasilkan sampah.

Hilda menjelaska kalaupun gelas bambu tersebut dibuang atau tidak dipakai lagi tetap menjadi sampah yang dapat terurai dan menghumuskan.

"Ini juga bagian dari ajakan untuk hidup acara natural dan menjadikan alam di sekitar kita sebagai rumah kehidupan, mulai dari menggunakan bahan alamiah seperti ini," ungkap Hilda kepada POS-KUPANG.COM, Senin (19/7/2019).

Hilda mengatakan, gelas terbuat dari berbagai material dan umumnya disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

Hilda mengatakan saat ini masyarakat sudah mengenal banyak produk yang berbahan plastik dan produk lokal berkurang.

Gelas Bambu kata Hilda, sangat ramah lingkungan dan mengurangi produk sampah plastik.

Ia mengungkapkan, bambu sangat banyak dan menjadi kebutuhan masyarakat. Tidak ada salahnya bisa digunakan untuk dijadikan gelas. Asalkan dikerjakan dengan rapi dan laik dipakai.

Ia mengatakan jaman dulu nenek moyang belum mengenal produk plastik sehingga bambu menjadi pilihan utama dijadikan gelas minum.

Pemerintah Harus Usulkan Rencana Detail Pengembangan Pariwisata Labuan Bajo

Ini Cara Efektif Untuk Capai 100 Persen NTT Terang

Tradisi itu harus dilestarikan dan ditingkatkan pada masa sekarang dan yang akan datang.

Ia mengajak generasi muda untuk melestarikan budaya lokal nenek moyang.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved