Nama Jalan di Kota Ende Tidak Sesuai Kondisi Daerah

Nama-nama jalan di Kota Ende dinilai tidak sesuai dengan kondisi daerah sehingga perlu diganti dan disesuaikan dengan kondisi daerah pasalnya nama-nam

Nama Jalan di Kota Ende Tidak Sesuai Kondisi Daerah
POS KUPANG/ROMUALDUS PIUS
Azahr Ngaa Ira 

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius

POS KUPANG.COM,ENDE---Nama-nama jalan di Kota Ende dinilai tidak sesuai dengan kondisi daerah sehingga perlu diganti dan disesuaikan dengan kondisi daerah pasalnya nama-nama jalan yang ada terkesan asal diberi nama.

Ketua DPK PKPI Kabupaten Ende, Azahr Ngaa Ira mengatakan hal itu kepada Pos Kupang.Com, Senin (19/8/2019) menanggapi keberadaan nama-nama jalan di Kota Ende saat ini.

Azhar mengatakan bahwa nama jalan maupun lokasi tempat di Kota Ende terkesan asal diberi nama tanpa ada hubungan geografis maupun sejarah ataupun hubungan emosional dengan warga setempat.

Azhar mencontohkan nama-nama jalan di wilayah Kelurahan Mautapaga, Kecamatan Ende Timur yang pada umumnya diberi dengan nama jenis buah-buahan maupun nama bunga seperti Jalan Nenas ataupun Jalan Melati dan Anggrek.

Padahal di daerah tersebut tidak terdapat buah dan bunga yang jumlahnya sangat banyak sehingga dirasa layak diberi nama dengan jenis buah dan bunga.

Menurutnya nama jalan semestinya harus sesuai dengan kondisi daerah maupun ikatan emosional warga setempat dan juga sebagai bentuk penghargaan kepada para pendahulu yang telah berjasa membangun daerah Kabupaten Ende.

Pihaknya mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Ende agar dapat mengganti nama jalan yang ada dengan nama para pendahulu seperti para Bupati seperti nama Jalan Marsel Petu ataupun H.J Gadi Djou serta para Bupati lainnya yang telah meninggal dunia.

Hal tersebut menurutnya selain sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan kepada para Bupati Ende yang telah meninggal dunia juga dengan harapan agar generasi muda bisa mengenal lebih dekat dengan para Bupati Ende.

Esok Mau Dilamar, Pria ini Malah Setubuhi Bidan yang Akan Dilamar Kekasihnya, Ini Alasan Pelaku

Siswi SMA Dijadikan Selingkuhan Oknum Guru Muda, Ini Ruang Tempat Mereka Berhubungan Intim

Terkait dengan keberadaan nama tempat di Kota Ende, Azhar mengusulkan kepada Pemda Ende untuk membangun tugu untuk almarhum, Ir. Marsel Petu. Hal itu dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasa-jasanya membangun Kabupaten Ende.

Tinggalkan Anak 7 Tahun dan Bayi 4 Bulan, Perempuan ini Meninggal Usai Kejar Pelaku Penjambretan

Bayi ini Ditemukan Sekarat dan Dikerubungi Semut di Mobil Van, Begini Sikap Polisi

“Almarhum Marsel Petu dijuluki Bapak Pembangunan Kabupaten Ende maka sebagai bentuk implementasi di lapangan Pemda Ende disarankan bisa membangun tugu untuk mengenang jasa almarhum sehingga julukan yang ada tidak sekedar wacana semata,”kata Azhar.

Azhar mengatakan bahwa dengan membangun tugu bukan dimaksudkan untuk mengkultus almarhum Ir Marsel Petu namun lebih dari itu sebagai bentuk penghargaan atas jasa-jasa almarhum dalam pembangunan di Kabupaten Ende.

“Kabupaten Ende saat ini sudah keluar dari daerah tertinggal sesuai dengan keputusan dari pemerintah pusat itu tentu tidak terlepas dari berbagai pencapaian pembangunan yang telah dilakukan oleh Ir Marsel Petu bersama pasangannya, Drs Djafar Achmad selama 5 tahun sebelumnya. Maka wajar kalau Pemda dan masyarakat Kabupaten Ende menaruh respek kepada almarhum Ir. Marsel Petu dengan membangun tugu untuk mengenang jasa almarhum,”kata Azhar. (*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved