Kebutuhan Darah Setiap Bulan di Nagekeo Capai 40 Kantong, Yuk Donor Darah!

- Direktris Rumah Sakit Daerah (RSD) Aeramo Kabupaten Nagekeo, drg. Emerentiana Reni Wahyuningsih, menyebutkan kebutuhan darah untuk pasien di Nagekeo

Kebutuhan Darah Setiap Bulan di Nagekeo Capai 40 Kantong, Yuk Donor Darah!
Pos Kupang.com/gordi donafan
Dirut RSD Aeramo, drg. Emerentiana Reni Wahyuningsih 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Direktris Rumah Sakit Daerah (RSD) Aeramo Kabupaten Nagekeo, drg. Emerentiana Reni Wahyuningsih, menyebutkan kebutuhan darah untuk pasien di Nagekeo setiap bulan mencapai 30-40 kantong darah.

drg. Reni begitu ia akrab disapa menyebutkan, stok darah berkurang itu karena kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darah masih sangat rendah.

Stok Darah di PMI Sumba Timur Sangat Kurang, Begini Kondisinya

Siswi SMA Dijadikan Selingkuhan Oknum Guru Muda, Ini Ruang Tempat Mereka Berhubungan Intim

Hal itu disebabkan kurangnya sosialisasi kepada masyarakat dari lembaga terkait. Diharapkan adanya sosialisasi kepada masyarakat sehingga mereka bisa mendonorkan darah. Sehingga kebutuhan darah bisa terpenuhi.

"Dalam sebulan untuk RSD Aeramo saat ini kira- 30 - 40 kantong, untuk Juli 25 kantong. Per 19 Agustus 10 kantong. Kebutuhan pasien terbanyak untuk saat ini golongan darah A," ungkap drg. Reni kepada POS-KUPANG.COM, Senin (19/8/2019).

Siswi 16 Tahun Diperkosa Pacar dan Ditinggal saat Pingsan

drg. Reni mengaku untuk mendapatkan darah biasanya ada keluarga pasien yang mendonor dan pendonor sukarela yang sudah biasa mendonorkan darah di RSD Aeramo.

Ia menyarankan agar perlu dibentuk komunitas pendonor darah yang bisa rutin dipanggil untuk mendonorkan darahnya.

Ia menyebutkan sampai saat ini koordinasi dengan lembaga lain dan pemerintah berjalan aman dan lancar. Diharapkan ditingkatkan kedepannya.

"Koordinasi sejauh ini lancar-lancar.
Saat ini sudah ada draft PKS RSD dengan UTDPMI yang didalamnya perlu Dinkes sebagai mediator dan yang memiliki tupoksi untuk sosialisasi gerakan mendonor," jelasnya.

Ia mengatakan perlu memupuk kesadaran untuk mau berbagi dan rela mendonorkan darahnya tanpa takut darah si pendonor 'habis'. Serta merupakan upaya menjaga jesehatan karen didalamnya ada pemeriksaan kesehatan calon pendonor.

Halaman
12
Penulis: Gordi Donofan
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved