Berita Puisi

Ini Puisi-Puisi Pos Kupang Minggu Ini, Kepoin Yuk?

Puisi-Puisi Joni Liwu/Salam: Kupungut remah dari kata-katamu Usang tak terlihat.

Ini Puisi-Puisi Pos Kupang Minggu Ini, Kepoin Yuk?
exploringyourmind.com
Penyesalan Terakhir 

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Puisi-Puisi Joni Liwu
Salam

Kupungut remah dari kata-katamu
Usang tak terlihat
Kusam terabaikan
Lalu kupilin jadi larik-larik penglipur batin
Jadi bait-bait peneguh jiwa.

Kumengais remah-remah itu di ruang lembab memagut raga,
Pada ucapmu di sua kita
kala jarimu menunjuk
ketika asamu bergayung sambut,
Saat senyum tersantun antara kita.

Remah kata-katamu,
jalin rindu tersisah
jadi mozaik pancarkan asa
Tuk songsong terbit mentari esok
sirnakan kelam membenam cita.
(Swiss-Bellin Kristal Kupang, Minggu 5 Agustus)

Izinkanlah

Ku menanti dan mencari remah cintamu
Pada celah rambutmu hari ini
Tak kutemukan walau setitik.
Bening rasa yang menjauh?

Jemari mengusap pada lekuk rona senyum
Pada bias rindu kental dari ujarmu tersamar
Menanti hingga datangnya sapa
Kan kudekap erat ranum tubuh
Hingga lelap dalam kelana rindu.
Tetes Jamrut pada celah jiwa kian jauh,
Kian bening tak berbentuk
Tak terlihat noktah yang tertambat pada keping hati
Remah rindumu kala menyepuh gemuruh batin tersandung
Tapi tak sanggup bersanding
Karena keping rindu tlah lelap
Dan senyum hambarmu luluhkan rindu tercabik.
Diamku tetap menanti di sudut piluh
Kalau saja kau lihat
Izinkanlah
(Kupang, 11 Juni 2018 di Bumi Perkemahan Gudep 113-114 SMPN 13 Kota Kupang)

Cerpen Riko Raden: Penyesalan Terakhir

Sujud

Sujudku di altar suciMu
Sujudku untuk lindungMU
Sujudku untuk bentang kasihMu
Kasih ayah bunda
Kasih saudara
Kasih sahabat
Kasih semua...
Di rumah agungMu
Pada takhta suciMu
Keberseruh
Kuberserah
Atas jalan yang lalu
Untuk langkahku nanti.
Santunkan harapku
Lapangkan jalanku
Tuk hidupku yang sehasta.
kasih untuk doamu di hari bahagiaku,
(Rumahku, 28 Januari 2018)

Wali Kota Malang Minta Maaf, Ini Penjelasan Tentang Insiden Mahasiswa Papua di Balai Kota

Puisi Patris Umbu Deta
Pertanyaan

Merajut sepi di harum senja
Untuk mengusir rindu
Pada jarak yang kurang ajar
Aku bingung menyulam kata
Ketika syair sederhana
Menjadi haram pada puisiku ini
Kisah ini berawal pada sebuah lorong
Yang tercipta antara ekspektasi dan realita
Pada puisiku ini
Seperti kesurupan mencari jejak
Dikala sajak itu masih bertanya
Apa mungkin darahku adalah rindu
Yang meninggalkan cerita untuk membuahi cinta
Akh....
Kisah yang ingin bersua kembali
Saat diri kecipak perasaan
Karna alam yang bertanya
Apakah engkau yakin?

RAMALAN ZODIAK SELASA 20 Agustus 2019 Cancer Dipenuhi Cinta Kasih, Virgo Bersandiwara, Zodiak Lain?

Renungan Bulan

Bulan tampak mendung merenung
Direlug gunung menanti ujaran sang burung
Laksana palung tertiup ujung lambung
Kendati menatap sedih yang berkabung
Rintik

Dingin, sepi dan asmara
Khayal di matamu
Tampak memilukan
Pilu tak bersyarat
Menampik asmara
Yang malang
Meski bisik rindu didengar
Tak mengubah kutik tekukur
Mengibaskan rintik hujan
Mengawali luka
(Siswa SMA Seminari St. Rafael Kupang)

Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved