Berita Kesehatan

Ikan Asin Penyebab Kanker Nasoforing, Stop Makan Berlebihan!

Ternyata ikan kering yang dimaksud oleh mama-mama tadi adalah istilah yang dipakai untuk menyebut ikan asin.

Ikan Asin Penyebab Kanker Nasoforing,  Stop Makan Berlebihan!
pos-kupang.com
Kanker nasoforing1 

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Suatu  siang di Aula Puskesmas Oeolo, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTU). "Mama sekeluarga supaya sehat dan tidak gampang sakit, perlu makan yang 4 sehat, 5 sempurna.

Contohnya, yang mama-mama perlu masak untuk keluarga di rumah itu lauk pauk. Bisa daging, tahu, tempe, atau ikan," kata saya kepada para ibu-ibu peserta penyuluhan gizi dan hidup sehat saat itu.

"Oh iya pak dokter, kami sering lauknya ikan pak dokter," sahut salah seorang ibu peserta.

Pemerintah Perluas Beasiswa untuk Mahasiswa

"Wah bagus itu! Ikan apa saja contohnya yang mama biasa masak? Coba saya mau tahu jenisnya apa saja yang biasa ada di pasar Oeolo," tanya saya kepada para peserta.

"Kalau ikan mantah (ikan segar) biasanya kami beli ikan kombong (ikan kembung) atau tongkol dokter. Tapi itu jarang ada yang jual di pasar, belum lagi mahal dokter hahaha...," jawab seorang ibu diikuti tawa dan anggukan peserta lainnya.

"Oh begitu. Jadi biasanya mama beli ikan apa?" Tanya saya kembali.

"Kami biasa beli ikan kering dokter, supaya murah. Terus itu bisa simpan lama untuk masak satu minggu begitu," jawab ibu yang lain.

Kabupaten TTS - Lestarikan Budaya, Dinas P dan K Gelar Parade Budaya

Setelah saya telusuri lebih lanjut, ternyata ikan kering yang dimaksud oleh mama-mama tadi adalah istilah yang dipakai untuk menyebut ikan asin.

Pengalaman saya selama dua tahun bertugas sebagai dokter PTT di Puskesmas Oeolo, ikan asin inilah yang memang biasanya dimaskud oleh masyarakatsebagai menu ikan mereka sehari-hari.

Mayzha Silva! Paskibra Cantik Ponakan Ustadz Yusuf Mansur Sebut Indra J Piliang & Ustadz Abdul Somad

Cara pengolahannya juga sangat mudah dan bervariasi. Cukup digoreng kering dan dimakan dengan nasi panas dan sambal, atau juga bisa ditumis dengan sayuran.

Halaman
1234
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved