Ponpes Nurul Mustafa Ende Tolak Hoax, Begini Pernyataan Sikap Mereka

Penghuni Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Mustafa Ende menolak segala bentuk provokasi yang dilakukan oleh pihak tertentu yang dapat memecah belah pers

Ponpes Nurul Mustafa Ende Tolak Hoax, Begini Pernyataan Sikap Mereka
POS KUPANG/ROMUALDUS PIUS
PERNYATAAN SIKAP/Penghuni Ponpes Nurul Mustafa Ende Mengucapkan Pernyataan Sikap. 

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM,ENDE---Penghuni Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Mustafa Ende menolak segala bentuk provokasi yang dilakukan oleh pihak tertentu yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan Negara Republik Indonesia .

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan oleh segenap penghuni Ponpes Nurul Mustafa di Ende, Sabtu (17/8/2019) menyatakan bahwa penghuni Pondok Pesantren Nurul Mustafa Kabupaten Ende, menolak adanya penyebaran berita hoax maupun ujaran kebencian (hate speech) demi kepentingan politik yang menyebapkan konflik di tengah masyarakat.

Penghuni Pondok Pesantren Nurul Mustafa Kabupaten Ende, mendukung aparat penegak hukum dan pihak berwenang lainya dalam menegakan supremasi hukum demi terciptanya situasi KAMTIBMAS yang kondusi, aman dan terkendali.

Gubernur NTT Viktor Laiskodat Marah Besar Peserta Resepsi Kenegaraan HUT ke 74 RI

Pelatih Juku Eja PSM Makassar Darije Kalezic Sadari Kelemahan Pangeran Biru, Ini Kelamahan Persib

Siswi SMA Lakukan Hubungan Badan di Kelas karena Jadi Selingkuhan Oknum Guru

Pengasuh Ponpes Nurul Mustafa, Ende, Ustad Alifudin dalam keterangan pers kepada wartawan mengatakan bahwa sebagai tokoh agama dirinya mengajak kepada seluruh masyarakat Kabupaten Ende untuk bersatu padu memajukan Kabupaten Ende tanpa memandang latar belakang agama ataupun suku dan ras.
Menurutnya segala dinamika yang terjadi pada saat proses politik seperti Pemilu baik legislatif maupun Pilpres itu adalah hal yang biasa dalam alam demokrasi karena memang Bangsa Indonesia dilahirkan dari keragaman jadi soal perbedaan pandangan politik adalah hal yang biasa.

“Kalau sebelumya pada pelaksanaan Pilpres ada kubu 01 dan 02 sekarang ini tidak ada lagi kubu 01 dan 02 namun yang ada adalah 03 yakni Persatuan Indonesia. Oleh karena itu mari kita bersama dan bersatu padu sebagai satu bangsa dan satu tanah air sebagai sesama anak bangsa untuk membangun Bangsa dan Negara Indonesia tercinta,”kata Ustad Alifudin.

Ustad Alifudin juga mengatakan pihaknya menolak segala bentuk radikalisme dan terorisme yang mengatasnamakan agama karena agama apapun tidak pernah mengajarkan adanya kekerasan baik secara interen dan eksteren.

Menurutnya Bangsa Indonesia adalah bangsa besar yang terdiri dari berbagai suku dan agama maupun ras serta golongan. Segala perbedaan yang ada bukan untuk dipertentangkan namun justru menjadi kekayaan bagi Bangsa Indonesia. (*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved