Perekonomian Kabupaten Ende Lebih Banyak untuk Kosumsi, Simak Penjelasannya

Berdasarkan data PDRB Kabupaten Ende, perekonomian Kabupaten lebih banyak dimenfaatkan untuk konsumsi rumah tangga. Inofasi belum memberi andil signi

Perekonomian Kabupaten Ende Lebih Banyak untuk Kosumsi, Simak Penjelasannya
POS KUPANG/ROMUALDUS PIUS
APEL/Pelaksanaan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi Kemerdekaan RI ke-74 Tingkat Kabupaten Ende, Sabtu (17/8/2019). 

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM,ENDE--- Berdasarkan data PDRB Kabupaten Ende, perekonomian Kabupaten lebih banyak dimenfaatkan untuk konsumsi rumah tangga. Inofasi belum memberi andil signifikan sedangkan ekspor menunjukan nilai negatif.

Wakil Bupati Ende, Drs Djafar Achmad mengatakan hal itu dalam sambutannya pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi Kemerdekaan RI ke-74 Tingkat Kabupaten Ende, Sabtu (17/8/2019).

Dikatakan nilai negatif pada komponen ekspor menunjukan bahwa barang dan jasa yang berasal dari luar wilayah lebih banyak di bandingkan yang dikirim ke luar wilayah kabupaten Ende.

“Oleh karena itu saya sangat mengharapkan kepada masyarakat Kabupaten Ende khususnya para pelaku dan pegiat ekonomi serta pihak-pihak terkait untuk bekerja lebih keras dan bergerak bersama komponen lainya meningkatkan produksi hasil pertanian, perkebunana dan perikanan serta sektor lainya agar secara bertahap mampu mengekspor barang dan jasa ke luar wilayah kita,”kata Wabup Djafar Achmad.

“Di samping itu kita juga harus bisa menciptakan situasi yang kondusif bagi pengembangan investasi sehingga di harapkan dengan investasi akan semakin menggairahhkan perekonomian dan pertumbuhan ekonomi kita semakin meningkat dari waktu ke waktu,”ujarnya.

Jadi Pusat Festival 3 Gunung, Bupati Lembata Fokus Kembangkan Lokasi Bukit Cinta dan Lamalera

Menteri PU (1983-1988) Suyono Sosrodarsono Wafat : Sosok Pekerja Keras, Sederhana Teladan Insan PUPR

Sedangkan tingkat inflasi masih bisa dikendalikan di atas 4 persen dan pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen berkat kerja keras dan kerja bersama pada 4 tahun sebelumnya maka pertumbuhan ekonomi terus meningkat dengan menduduki urutan ketiga tingkat provinsi NTT setelah kota Kupang dan Belu,ujar Wabup Djafar.

Hal ini yang menjadi salah satu indikator Kabupaten Ende keluar dari status sebagai daerah tertinggal berdasarkan keputusan Mentri Kementian Desa Pembangunan Daerah teringgal dan transmigrasi nomor 79 tahun 2019,ujar Wabup Djafar.

“Dengan perubahan status ini akan semakin memacu semangat kita untuk bekerja lebih maksimal dan profesional karena persoalan dan tantangan ke depan lebih kompleks, sehingga upaya kita mewujudkan masyarakat Ende yang mandiri, sejahtera dan berkeadilan dapat terwujud. Prestati ini harus lebih memacu semangat kita untuk bekerja lebih maksimal,”ujarnya.

Gubernur NTT Viktor Laiskodat Marah Besar Peserta Resepsi Kenegaraan HUT ke 74 RI

Wabup Djafar menyampaikan kepada masyarakat ada beberapa kegiatan yang sementara dan akan dikerjakan seperti pembangunan Pasar Mbongawani dua lantai. Dan untuk pasar lama di Jalan Pabean Kompleks Pertokoan Ende juga akan dibangun pasar tiga lantai, dan lantai dasarnya untuk area parkir kendaraan.

Pembangunan pasar induk di sekitar KM 8 jalan Lingkar luar Lokoboko, dikhususkan bagi para petani untuk menjual hasilnya, dan para pedagang pasar Wolowona dan Mbongawani serta Potulando membeli hasil di pasar induk sehingga tidak ada lagi petani yang menjadi pedagang.

Dikatakan untuk memperindah Kabupaten Ende akan dibangun juga pintu masuk di bagian barat dan timur Kabupaten Ende khusus untuk pantai Ria akan disain ulang dan Taman Rendo akan dijadikan pusat keramaian anak-anak dengan menutup jalan bakti.

Kios-kios yang berlokasi di belakang kantor camat Ende utara eks kantor kopeta direnovasi ke pasar tiga lantai dan lokasinya akan dijadikan taman menlilingi Kantor Camat Ende utara eks kantor Kopeta.

Sedangkan pada lokasi Museum Tenun Ikat akan dibangun Rumah Adat Suku Ende, sementara yang sudah ada saat ini Rumah Adat Suku Lio”.

Di pelatarannya akan dibangun tempat yang digunakan ibu-ibu untuk menenun dengan proses pewarna alami dan akan berlangsung setiap hari. Semuanya ini dalam semangat membangun desa menata kota,ujar Wabup Djafar. (*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved