Renungan Harian Kristen Protestan

Renungan Harian Kristen Protestan Jumat 16 Agustus 2019 ''Butuh Kegigihan''

Renungan Harian Kristen Protestan Jumat 16 Agustus 2019 ''Butuh Kegigihan''

Renungan Harian Kristen Protestan Jumat 16 Agustus 2019 ''Butuh Kegigihan''
ist
Renungan Harian Kristen Protestan Jumat 16 Agustus 2019 ''Butuh Kegigihan'' 

Renungan Harian Kristen Protesan

Jumat 16 Agustus 2019

Oleh  Pdt. Jehezkiel Pinat, STh 

''BUTUH KEGIGIHAN''

Jemaat Tuhan sekalian yang saya kasihi dalam Tuhan kita Yesus Kristus,

Di media massa, kita bisa melihat dan membaca atau pun mendengar tentang bagaimana seseorang berjuang untuk mendapatkan keadilan. Mulai dari seorang yang sangat miskin sampai yang kaya raya dan memiliki segala sesuatu.

 Pihak-pihak yang mereka pakai untuk memperjuangkan juga mulai dari yang berpengalaman sampai yang untuk pertama kalinya. Biaya pun sangat bervariasi. Beberapa sampai kehilangan banyak harta atau menggadaikan hartanya. Mereka yang membantu memperjuangkan pun biasanya ada harga yang telah ditetapkan dan sangat sedikit yang mau menolong dengan gratis.

 Karena itu, memperjuangkan keadilan itu bukan sebuah perkara yang mudah. Sangat tergantung dari siapa yang membutuhkan keadilan dan juga siapa yang memperjuangkan keadilan itu. Beberapa orang mudah mendapatkan keadilan, lainnya sedikit menemui kesulitan dan banyak juga yang bertemu dengan jalan buntu atau mendapatkan hasil yang tidak sesuai dengan keinginan. Ketika mendapat kesulitan dan selalu gagal membuat banyak orang kemudian memilih terus diam dan pasrah pada keadaan yang terjadi. Sangat sedikit yang mau terus berusaha sampai mendapatkan keadilan bagi dirinya.

 Pembacaan Alkitab hari ini Lukas 18:1-8 merupakan sebuah perumpamaan yang Yesus ceritakan kepada murid-murid untuk menegaskan betapa pentingnya kegigihan perjuangan beriman dalam kehidupan. Kegigihan itu sering mendapatkan ujian waktu. Ada dua tokoh utama dalam perumpamaan ini, yakni seorang ibu dan hakim. Perumpamaan ini menggambarkan kegigihan seorang perempuan yang terus datang meminta keadilan bagi kasusnya. Kegigihan perempuan janda ini digambarkan dengan ia terus menerus datang menjumpai Sang Hakim.

Beberapa hal yang bisa kita dapatkan dari janda tersebut. Pertama, kita tidak pernah tahu apakah janda itu dalam posisi benar ataukah tidak. Tetapi bisa kita rasakan bahwa perkaranya begitu penting baginya. Perkara itu pun pasti mempengaruhi hidupnya atau mungkin juga bersinggungan langsung dengan dirinya Bila ia kalah dari lawannya, maka si janda akan kehilangan banyak hal dan karena itu ia tidak boleh kalah. Bisa saja menyangkut tanah, rumah, warisan atau sebagainya.

Halaman
123
Editor: maria anitoda
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved