Penutupan Taman Nasionsl Komodo Sebagai Upaya Konservasi

Kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT menutup sementara Taman Nasional Komodo (TNK) harus dimaknai sebagai bentuk u

Penutupan Taman Nasionsl Komodo Sebagai Upaya Konservasi
Pos kupang.com/oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat menyampaikan pidato radio memperingati HUT ke-74 Kemerdekaan RI Tahun 2019 yang berlangsung di Aula Fernandez,Kantor Gubernur NTT, Jumat (16/8/2019) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM/KUPANG - Kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT menutup sementara Taman Nasional Komodo (TNK) harus  dimaknai sebagai bentuk upaya konservasi terhadap satwa Komodo yang merupakan satu-satunya di dunia.

Hal ini disampaikan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat menyampaikan pidato radio memperingati HUT ke-74 Kemerdekaan RI Tahun 2019 yang berlangsung di Aula Fernandez,Kantor Gubernur NTT, Jumat (16/8/2019).

Hadir pada acara ini, Asisten I Setda NTT, Drs. H. Jamaluddin Ahmad,M.M, Karo Humas dan Protokol Setda NTT, Dr. Marius Jelamu,M. Si, Kadis Kominfo, Drs. Aba Maulaka ,Karo Pemerintahan, Drs. Doris Rihi,M.Si dan pejabat lainnya.

Dalam pidato ini, Viktor menyampaikan berbagai program pembangunan dan kebijakan di NTT.

Dalam bidang Pariwisata, Viktor menyinggung soal "Kebijakanmenutup sementara TNK harus dimaknai sebagai bentuk upaya konservasi terhadap satwa Komodo yang merupakan satu-satunya di dunia,  serta sebavai wujud perbaikan tata kelola Wisata Komodo sehingga dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat NTT," kata Viktor.

Harga Nilai Transfer Durasi Kontrak Tiga Pemain Asing Baru Persib Bandung, Nick Kuipers Paling Mahal

Dia menjelaskan, sektor pariwisata diandalkan sebagai penggerak ekonomi NTT ke depan.
Viktor juga mengatakan, selain satwa komodo, NTT juga memiliki sejumlah obyek wisata yang telah mendunia, diantaranya, Pulau Sumba sebagai pulau dengan alam terindah di dunia (the most beautiful Island in the world) dengan kekayaan budayanya.

"Ada juga Pulau Rote dengan keindahan dan eksostisme Pantai Nembarala, Pulau Sabu dengan Kelaba Maja, Pulau Alor dengan keindahan bawah lautnya, Pulau Flores dengan Danau Kelimutu dan keindahan alamnya, serta berbagai wisata budaya dan wisata religi lainnya seperti Porsesi Samana Santa di Larantuka," jelasnya.

Dikatakan, agar dapat meningkatkan laju kunjungan wisatawan ke semua obyek wisata tersebut, Pemerintah NTT mengupayakan adanya konektifitas antar obyek wisata atau yang lebih dikenal dengan “Pariwisata Estate in Ring of Beauty”.

Karena itu, dalam rangka peningkatan investasi di bidang pariwisata dibutuhkan adanya peningkatan atraksi, aksesibilitas, akomodasi, amenitas, dan awareness.

"Saat ini Pemerintah memprioritaskan pengembangan pariwisata estate pada destinasi-destinasi baru dan akan terus diupayakan dengan menggandeng semua sektor untuk meningkatkan rantai nilai ekonomi," ujarnya.
Viktor juga mengatakan,

pada tahun 2018, jumlah kunjungan wisatawan di NTT menunjukkan tren yang terus meningkat menjadi sebesar 1.132.269 orang, dengan rincian wisatawan mancanegara sebanyak 197.106 orang dan wisatawan nasional sebanyak 935.163 orang.

"Adapun pertumbuhan hotel pada tahun 2018 sebanyak 502 hotel. Ini dapat mengindikasikan bahwa usaha-usaha pariwisata yang berkontribusi langsung kepada pemenuhan kebutuhan wisatawan ikut juga bertumbuh antara lain usaha transportasi wisata, usaha kuliner, dan jasa wisata lainnya," ujarnya.
Sedangkan, upaya-upaya

yang sedang dilakukan oleh Pemprov NTT, adalah mengembangkan Konsep pembangunan pariwisata estate, dengan pola Community Based Tourism. "Pola ini mengandalkan pembangunan pariwisata secara kolaboratif, lintas tupoksi dan lintas kepentingan, serta menjadikan desa dan masyarakat sebagai pelaksana dan penerima manfaat," ujarnya. (*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved