Keluarga Minta Polres TTU Ungkap Penyebab Kematian Siprianus, Ini Kejadiannya
Anggota Polres Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) bersama anggota keluarga membongkar kubur milik Siprianus Lasi Kosat di Panfai, Desa Oenak, Kecamat
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi
POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU-Anggota Polres Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) bersama anggota keluarga membongkar kubur milik Siprianus Lasi Kosat di Panfai, Desa Oenak, Kecamatan Noemuti, Kabupaten TTU, Kamis (15/8/2019) sekira pukul 09:00 Wita.
Usai membongkar kuburan, keluarga Siprianus Lasi Kosat meminta agar Polres TTU segera mengungkap penyebab kematian salah satu anggota keluarganya yang meninggal beberapa waktu lalu itu.
Permintaan keluarga tersebut disampaikan oleh kakak kandung Siprianus yakni Zakarias Eli Kosat di kediamannya di Desa Oenak, Kamis (15/8/2019).
Zakarias mengatakan, pihak keluarga meminta pihak kepolisian melakukan autopsi karena keluarga menduga bahwa kematian anggota keluargannya itu karena diduga ada tindakan penganiayaan yang dilakukan orang tak dikenal.
• Pembunuhan Gadis lalu Dibungkus Dalam Karung, Pelakunya Umur Belasan Tahun Teman Dekat Korban
"Kalau bisa polisi segera menemukan motif kematian korban ini, kemudian disingkronkan dengan hasil visum dan barang bukti kendaraan," ujarnya.
• Pemain Bomber Omid Nazari, Kevin van Kippersluis dan Nick, Ini Formasi Terbaru Skuad Persib Bandung
Zakarias juga meminta kepada pihak kepolisian untuk nantinya bisa segera merilis hasil autopsi kepada pihak keluarga supaya keluarga dapat mengetahui secara pasti terkait dengan kematian anggota keluarganya itu.
"Karena kecelakaan seperti apa yang kita pertanyakan, sehingga tulang leher dan tegkorak itu patah. Itu yang kita pertanyakan," ungkapnya.
Pada kesempatan itu Zakarias menceritakan bahwa kronologis kematian Siprianus karena laka lantas pada tanggal 18 Juni 2019 lalu sekira pukul 22:00 Wita. Pada saat itu, Namun keluarga baru mengetahui ketika korban sudah dilarikan ke Rumah Sakit Leona Kefamenanu.
"Saat itu kami keluarga melihat korban sedang dirawat di ruangan UGD oleh dokter dan perawat. Dua jam kemudian, korban agak normal lalu dibawa ke ruangan ICU untuk melakukan perawatan selanjutnya," ungkapnya.
Zakarias mengatakan, satu jam kemudian setelah korban Siprianus dipindahkan dari ruangan UGD ke ICU Rumah Sakit Leona, nyawah korban tak dapat diselamatkan. Korban kemudian menghembus napas terakhir sekira pukul 03:30 Wita.
"Jam 08:00 pagi, korban dibawa ke rumah duka," ujarnya.
Zakarias menambahkan, pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk bisa mengungkapkan penyebab dari kematian korban. (mm)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/kasus-pembunuan-di-ttu-desa-oenak.jpg)