Kasus Penyelundupan Barang Bekas dari Timor Leste Selama 2019, Segini Jumlah Sitaanya

Penyeludupan pakaian bekas yang berhasil digagalkan aparat ini semuanya melalui jalur laut.

Kasus Penyelundupan Barang Bekas dari Timor Leste Selama 2019, Segini Jumlah Sitaanya
POS KUPANG/TENY JENAHAS
Barang bukti pakaian bekas yang berhasil digagalkan tim patroli laut jaring wallacea diamankan di Kantor Bea Cukai Atapupu, Kamis (15/8/2019). 

Kasus Penyelundupan Barang Bekas dari Timor Leste Selama 2019, Begini Jumlahnya

POS-KUPANG.COM| ATAMBUA---Sampai dengan Agustus 2019, sudah tiga kali penyelundupan barang bekas dari Timor Leste yang berhasil digagalkan aparat, baik oleh pihak bea cukai maupun TNI yang bertugas sebagai Satgas Pamtas RI-RDTL.

Penyeludupan pakaian bekas yang berhasil digagalkan aparat ini semuanya melalui jalur laut.

Bea Cukai Atambua sudah dua kali menggagalkan penyelundupan pakaian bekas yakni Mei 2019 sebanyak 177 karung dan Agustus 2019 sebanyak 1.200 karung. Sedangkan penyelundupan pakaian bekas yang digagalkan Satgas Pamtas Yonif 408/Sbh, Juni 2019 sebanyak 14 karung.

Dengan demikian, total pakaian bekas yang berhasil digagalkan aparat sampai dengan Agustus 2019 sebanyak 1.931 karung.

Dari ketiga kasus penyeludupan tersebut hanya satu kasus yang sampai pada tahap penetapan tersangka yakni kasus penyeludupan yang terjadi 11 Agustus yang sedang ditangani penyidik Bea Cukai. Satu kasus penyelundupan yang terjadi Mei 2019 masih dalam penyelidikan penyidik Bea Cukai.

Sedangkan kasus penyelundupan pakaian bekas yang berhasil digagalkan Satgas Pamtas Yonif 408/Sbh belum ada pengembangan penyelidikan karena saat digagalkan, aparat tidak menemukan pelakunya.

Pelaksana Harian Kepala Bea Cukai Atambua, Syaefudin saat dikonfirmasi Pos Kupang. Com, Kamis (15/8/2019) mengatakan, saat ini penyidik bea cukai menangani dua
kasus penyelundupan pakaian bekas. Kasus pertama yang terjadi Mei 2019 belum ada tersangka. Penyidik masih mengembangkan penyelidikan untuk menemukan tersangka.

Sedangkan kasus penyelundupan yang terjadi 11 Agustus 2019 sudah ada satu orang tersangka berinisial IS (55). Tersangka berperan sebagai nahkoda Kapal Layar Motor (KLM) Karya Bersama. Saat ini tersangka masih mengembangkan penyelidikan untuk mengetahui calon tersangka yang lainnya.

Menurut Syaefudin, Bea Cukai terus melakukan patroli oleh tim yang disebut Tim Jaring Wallacea. Tim ini merupakan tim gabungan Bea Cukai pusat dan Bea Cukai Atambua.

Ramalan Zodiak Cinta Jumat 16 Agustus : Pisces Malam Romantis Scorpio Bertemu Gebetan

Kian Panas, Hotman Paris Bilang Sadis! Sindir Farhat Abbas Menohok: Elu Punya Apa?

Mengenai fasilitas pendukung, Syaefudin mengatakan, untuk bea cukai wilayah barat sudah memadai namum bea cukai wilayah timur seperti Atambua masih terbatas, terutama kapal patroli. Meski keterbatasan fasilitas, bea cukai Atambua rutin melakukan patroli. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM,Teni Jenahas).

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved