Siflan Angi: Tuduhan 'Mark Up' Dana Tunjangan Perumahan dan Transportasi Hancurkan Martabat

Kata Siflan Angi: Tuduhan 'Mark Up' Dana Tunjangan Perumahan dan Transportasi Hancurkan Martabat

Siflan Angi: Tuduhan 'Mark Up' Dana Tunjangan Perumahan dan Transportasi Hancurkan Martabat
POS-KUPANG.COM/Eginius Mo'a
Anggota DPRD Sikka, Siflan Angi (kemeja coklat) dan penasehat hukum, Dr. Stefanus Roy Rening,S.H,M.H, membuat laporan polisi terhadap Bupati Sika, Kamis (15/8/2019) siang di Maumere, Pulau Flores. 

Kata Siflan Angi: Tuduhan 'Mark Up' Dana Tunjangan Perumahan dan Transportasi Hancurkan Martabat

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Tuduhan 'mark up' (menggelembungkan) dana tunjangan perumahan dan transportasi yang dilakukan Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, terhadap DPRD Sikka menghancurkan nama baik pribadi dan anggota DPRD Sikka di Pulau Flores.

"Selama ini saya tahan, karena ada tahapan dan mekanisme. Belum diaudit BPK, dituding dan difitnah saya diam saja. Tetapi, tanggal 28 Juni 2019, laporan hasil pemeriksaan (LHP) diserahkan BPK kepada Pemda Sikka tidak memuat temuan penyimpangan yang ditudingkan," ujar Siflan, didampingi penasehat hukum, Dr. Stefanus Roy Rening, S,H,M.H, kepada wartawan di Mapolres Sikka, Kamis (15/9/2019) setelah menyerahkan laporan tertulis kepada Polres Sikka.

Kajari TTU Lepas Peserta Pawai Pembangunan dan Pawai Kendaraan Bermotor

Ketua Fraksi Nasdem DPRD Sikka, Kamis siang mengadukan Bupati Sikka ke Mapolres Sikka. Menurut Siflan, fitnah `mark up' tunjangan transportasi dan perumahan anggota DPRD Sikka menghancurkan martabat pribadi, keluarga dan sebagai anggota DPRD Sikka.

Ia mengatakan, pertemuan konsultasi pimpinan DPRD dan fraksi dengan Bupati Sikka, Rabu (24/7/2019) di ruang rapat Bupati Sikka, bupati menyampaikan permintaan maaf atas kekeliruan dana tunjangan perumahan dan transportasi.

Ingat Prada DP, Ternyata ini Penyebab Ia Nekat Membunuh dan Memutilasi Kekasihnya Fera Oktaria

"Kami rapat di ruang pak bupati. Beliau sampaikan permintaan maaf kepada insitusi DPRD. Saya bilang secara lembaga, kita maafkan, tetapi sebagai pribadi saya punya keluarga sudah dibikin malu," ujar Siflan.

Ia mengakui, rekan-rekanya di DPRD Sikka berkeinginan mengadukan bupati ke polisi seperti yang sudah ditempuhnya. Namun mereka harus duduk rembung bersama.

"Itu urusan mereka, secara pribadi saya tidak bisa dicemarkan begitu saja. Saya putuskan bikin laporan hari ini," ujarnya.

Siflan mengakui Polres Sikka melayani dengan baik pengaduannya,meski `dipaksa' dibikin tertulis.

"Saya dan pengacara ikuti. Harapan saya laporan ini diproses secepatnya," imbuh Siflan. (laporan reporter pos-kupang.com, eginius mo'a)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved