Rayakan HUT Kemerdekaan RI, Ruang Guru SMAN 1 Kupang Jadi Area Masak

Ruang guru SMAN 1 Kupang disulap menjadi area masak untuk sehari. Para guru khususnya pak guru terlihat unik dan menarik pandangan mata yang mengundan

Rayakan HUT Kemerdekaan RI, Ruang Guru SMAN 1 Kupang Jadi Area Masak
Pos kupang.com/yen
SUASANA MASAK -- Suasana masak di ruang guru SMAN 1 Kupang, Kamis (15/8/2019). 

Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Yeni Rachmawati

POS-KUPANG. COM | KUPANG -- Ruang guru SMAN 1 Kupang disulap menjadi area masak untuk sehari. Para guru khususnya pak guru terlihat unik dan menarik pandangan mata yang mengundang tawa karena mereka menggunakan daster sambil memasak nasi goreng. Sedangkan para ibu guru sebagai pendukung membantu pak guru yang tengah memasak.

Layaknya chef para pak guru dengan lihai mengayunkan sutel penggorengan untuk menggoreng nasi. Suasana riuh, ricuh, ramai ditambah lagi dengan musik yang diputar dan peringatan-peringatan yang disampaikan oleh pemandu kegiatan terkait waktu, kebersihan dan lainnya.

Berbagai tim berpartisipasi untuk memasak nasi goreng. Berbagai meja panjang disiapkan untuk menghidangkan hasil kreasi nasi goreng dari masing-masing tim. Ada tim Nasi Goreng BK, Tim PJOK, Seni, dan TIK, Tim Nasi Goreng Matematika, Tim nasi goreng PPL Unkris, Tim Nasi Goreng PPL Undana A, TIm Nasi Goreng PPL Undana B, Tim Nasi Goreng, TU Satpam dan Penjaga, Tim Nasi Goreng Bahasa, dan tim lainnya.

Jelang Arema FC vs Persebaya Surabaya, Kapten Bajul Ijo Mengaku Timnya Kurang Beruntung ? SIMAK

Rupanya para guru tengah mengikuti perlombaan yaitu lomba memasak nasi goreng.
Kepala Sekolah Marselina Tua, yang juga sebagai Dewan Juri Lomba, ketika ditemui POS-KUPANG. COM, di sela-sela acara, Kamis (15/7/2019), menyampaikan dalam rangka memperingati Ulang Tahun RI ke-74, yang mengusung tema "Dengan Semangat Kemerdekaan RI Kita tingkatkan prestasi Belajar yang Unggul dan Bersaya

Saing Menuju NTT Bangkit NTT Sejahtera" SMAN 1 Kupang mengadakan berbagai lomba. Meskipun ketiadaan dana tapi sekolah tetap meramaikannya dengan berbagai lomba.

"Dana tidak ada, tapi bagaimana kita memaknai dengan merekatkan kebersamaan melalui perlombaan," tuturnya.

Banyak lomba yang digelar yaitu lomba masak nasi goreng dari bapak-bapak menggunakan daster. Lomba ini semata untuk refresing, senang dan tertawa bersama melepaskan rutinitas sehari-hari yang biasanya serius dalam proses KBM. Selanjutnya ada pula lomba futsal. Dimana sekolah berusaha untuk membuat gawang futsal sendiri.

Lomba ini kata Marselina, bertujuan untuk melatih mereka agar mempunyai keinginan berprestasi walaupun berlomba tanpa dana dan biaya.

"Karena memaknai kemerdekaan, tidak harus ada uang intinya ada keinginan," ujarnya.
Selanjutnya ada lomba paduan suara tiga stansa agar anak-anak bisa mengetahui lagu Indonesia Raya tiga stansa. Bila tiba-tiba ditunjuk atau mengikuti kegiatan di luar mereka pun sudah mengetahuinya. Ada pula lomba literasi, dimana siswa setelah membaca kemudian membuat rangkuman dan hasil karya anak dipersiapkan untuk mengikuti lomba nasional.

"Karena sata baru saja menjabat sebagai kepala sekolah untuk kegiatan Literasi ini sudah berjalan dan digalakkan. Jadi dipersiapkan karya anak untuk dikirim mengikuti lomba secara nasional. Jadi berbagai lomba yang digelar ini bukan hanya sekedar lomba lalu selesai tetapi juga sebagai pembiasaan," katanya.

Ia mengatakan lagu Indonesia Raya juga membangun karakter nasional. Tidak hanya lomba, setiap pagi selesai apel ada waktu untuk para siswa mendengar lagu Indonesia Raya untuk dihayati. Agar para sisea mengetahui jati diri mereka sebagai anak bangsa Indonesia dan generasi penerus bangsa, sehingga saat berselancar di dunia maya, mereka mengetahui jati diri mereka.

Selain lomba, lanjutnya, ada juga berbagai kegiatan yang dilakukan. SMAN 1 Kupang memaknai hari raya dengan kebersamaan karena tanpa kebersamaan dalam hati, roh dan jiwa sebagus apapaun program yang dibuat bila tidak didukung maka tidak akan berjalan. Jadi kegiatan ini menjadi salah satu tujuan untuk merangkul semuanya.

"Usai perayaan HUT Kemerdekaan kita akan kembali pada rutinutas seperti biasanya. Kita harus semangat dan sukses pada UN tahun depan. Bila baru-baru ini tidak masuk kelompok 50 besar, kita bertekad untuk lebih serius lagi dalam proses pembelajaran sehingga bisa masuk dalam 50 besar," tutupnya. (*)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved