Di Kabupaten Nagekeo 10.000 Anak Belum Miliki Akta Kelahiran, Ini Pokok Masalahnya

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Weke Andreas menyebutkan, berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Ka

Penulis: Gordi Donofan | Editor: Ferry Ndoen
istimewa
Penyerahan Akte Kelahiran dari Kepala Dispenduk Capil Kabupaten Nagekeo, Weke Andreas, S.IP, kepada Fasilitator Pijar Timur dan masyarakat, di Desa Raja Timur, Mei 2019. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Weke Andreas menyebutkan, berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Nagekeo, masih sekitar 20 persen anak umur 0-18 tahun di Nagekeo belum memiliki akta kelahiran.

"10 ribu dari 50 ribu anak masih belum memiliki akta kelahiran," ungkap Andreas, kepada sejumlah wartawan di Mbay, Rabu (14/8/2019).

Andreas menyebutkan, banyaknya jumlah anak yang belum memiliki akta kelahiran di Kabupaten Nagekeo, terjadi karena berbagai alasan.

Misalnya, kurangnya kesadaran orang tua untuk mengurus akta kelahiran anaknya. Padahal prosesnya sangat mudah.

Kegiatan Pepramukaan Harus Ditingkatkan Wujudkan Anak Nagekeo yang Berkarakter

BREAKING NEWS -Ancam Unggah Foto Telanjang, Seorang Wanita di TTU Lapor Akun Phutryy ke Polisi

Bahkan, Pemkab Nagekeo telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mendorong setiap orang tua di daerah ini agar mengurus akta kelahiran anaknya.

Misalnya menggratiskan biaya administrasi pengurusan akta kelahiran dan proses pengurusannya di Kantor Disdukcapil lebih disederhanakan.

Persib Bandung Kembali Gagal Menang vs Borneo FC, Pelatih Roberts Kembali Ungkap Masalah Utama

Andreas, mengakupentingnya akta kelahiran itu sendiri karena sesuai ketentuan, setiap anak harus memiliki akta kelahiran untuk memastikan identitasnya, sekaligus menjamin hak-haknya sebagai anak Indonesia.

Ia berharap agar orangtua jangan mengabaikan hak anak dan wajib mengurus akta kelahiran. (*)

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved