Peringati HUT Kemerdekaan RI, PSMTI NTT Ziarah ke Taman Makam Pahlawan Dharma Loka Kupang

Peringati HUT Kemerdekaan RI, PSMTI NTT Ziarah ke Taman Makam Pahlawan Dharma Loka Kupang

Peringati HUT Kemerdekaan RI, PSMTI NTT Ziarah ke Taman Makam Pahlawan Dharma Loka Kupang
POS-KUPANG.COM/Gecio Viana
Foto bersama PSMTI NTT saat mengadakan tabur bunga bagi para pahlawan di TMP Dharma Loka di Jln Timor Raya Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Kota, Lama Kota Kupang, Selasa (13/8/2019) sore. 

Peringati HUT Kemerdekaan RI, PSMTI NTT Ziarah ke Taman Makam Pahlawan Dharma Loka Kupang

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Hal berbeda tersaji di Taman Makam Pahlawan ( TMP) Dharma Loka yang terletak di Jln Timor Raya Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Kota, Lama Kota Kupang, Selasa (13/8/2019) sore.

Hal tersebut, dikarenakan sekitar 40 orang yang tergabung dalam Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia ( PSMTI) NTT melakukan ziarah sekitar pukul 17.00 Wita.

Dua Mahasiswa Undana Kupang Lolos Seleksi XL Future Leaders Batch 8 Hingga Tahap Ini

Mereka juga melakukan upacara singkat, menyanyikan lagu Indonesia raya, menyanyikan lagu perjuangan, membaca sajak dan menaburkan bunga di pusara para pahlawan untuk mengenang jasa dan pengorbanan demi bangsa dn Provinsi NTT.

Mengenakan kemeja batik berwarna merah, mereka tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan.

Ketua Panitia perayaan HUT Proklamasi ke-74 PSMTI NTT, Krisantus Hulbertus di akhir kegiatan mengatakan, bangsa yang besar adalah bangsa yang tahu menghargai dan menghormati jasa para pahlawan.

Paguyupan Bakalikat Maumere di Waingapu Tampil Memukau dengan Tarian Tua Reta Lou

Sehingga, pihaknya sudah dua kali sejak 2018 lalu merayakan kegiatan yang sama di tempat tersebut.

"Alasan kami adalah kami anak bangsa Indonesia yang berasal dari berbagai suku dan kebetulan kami dari suku Tionghoa. Sehingga, apapun juga, kita wajib menghormati pahlawan kita tanpa melihat dari mana etnis, tapi kita adalah orang Indonesia yang wajib menghormati pahlawan kita, karena mereka kita bisa nikmati kebebasan saat ini," katanya.

Walaupun baru berjalan dua tahun terakhir ini, dipastikan bahwa kegiatan tersebut akan dilaksanakan untuk tahun selanjutnya, bahkan akan menjadi tradisi yang akan terus dibudayakan.

"Yang lain (kegiatan) akan berubah, tapi yang ini akan dilakukan setiap tahun demi menghormati jasa para pahlawan kita. Mereka mendahului kita dengan jiwa dan raga mereka baru kita bisa hidup seperti sekarang," tegasnya.

Halaman
123
Penulis: Gecio Viana
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved