Paguyupan Bakalikat Maumere di Waingapu Tampil Memukau dengan Tarian Tu'a Reta Lo'u

Paguyupan Bakalikat Maumere di Waingapu Tampil Memukau dengan Tarian Tu'a Reta Lo'u

Paguyupan Bakalikat Maumere di Waingapu Tampil Memukau dengan Tarian Tu'a Reta Lo'u
POS-KUPANG.COM/Robert Ropo
Para penari sedang menari tarian hegong 

Paguyupan Bakalikat Maumere di Waingapu Tampil Memukau dengan Tarian Tu'a Reta Lo'u

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Paguyupan asal Kabupaten Sikka di Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur yang dikenal dengan Bakalikat Maumere juga turut ambil bagian dalam pawai karnaval menyambut hari ulang tahun (HUT) RI ke-74 tahun 2019.

Pawai karnaval itu digelar Pemerintah Daerah (Pemda) Sumba Timur, Selasa (13/8/2019) siang hingga sore hari.

Ahok BTP Sebut Lima Kualitas Pejabat Publik, Dua Diantaranya Tidak Ia Miliki

Adapun peserta dalam karnaval itu diikuti oleh semua peguyupan yang ada di Waingapu, Sumba Timur seperti peguyupan Jawa, Bali, NTB, Sumba Tengah, Sumba Barat, Timor, Manggarai, Ngada, Ende, dan termasuk peguyupan Bakalikat Maumere, Kabupaten Sikka, serta peguyupan daerah lainya.

Selain peserta peguyupan, ada juga peserta dari semua dinas lingkup Pemkab Sumba Timur, Instansi Vertikal, BUMN, BUMD, Lembaga Swasta, tim-tim olahraga bela diri seperti taekwondo, kempo dan perguruan bela diri lainya.

Untuk peguyupan Bakalikat Maumere menampilkan sejumlah tarian adat Sikka dan tarian kreasi asal Sikka, dengan alunan musik tradisional Sikka gong waning dan musik-musik modern yang semuanya adalah hasil karya anak-anak atau du'a mo'at dari Nian Tana Sikka. Anggota peguyupan juga memakai busana adat Sikka.

Ahok BTP: Banyak Ibu yang Protes Kenapa Ceraikan Veronica Tan

Penampilan tarian-tarian adat dan tarian kreasi itu, mampu menghipnotis puluhan ribu pasang mata yang memadati bahu kiri dan kanan jalan yang dilewati. Bahakan sejumlah penonton juga turun menari bersama dan juga ada yang mengabadikan moment langkah setahun sekali itu.

Bupati Sumba Timur Gidion Mbilijora, wakil bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali bersama pimpinan Forkompimda juga diajak turun goyang bersama lagu nong mari nong dari panggung kehormatan di garis finish.

Ketua Peguyupan Sikka Boy Bura usai karnaval itu kepada wartawan menjelaskan tarian tu'a reta lo'u atau tarian di atas bambu merupakan tarian adat Sikka yang bercerita tentang pengintaian musuh dalam medan perang.

Tarian itu menggambarkan keterampilan masyarakat Sikka dimana para pria (ata lamen) dalam berperang. Maksud penari berputar ke segala arah saat berada di atas pucuk bambu seperti sedang memantau keadaan musuh di sekeliling, dimana ketangkasan perang tentu wajib dimiliki oleh setiap laki-laki.

Sedangkan tarian hegong, jelas Boy adalah tarian kebesaran bagi masyarakat Sikka. Tarian ini digunakan oleh masyarakat Sikka sejak dari nenek moyang sebagai lambang penerimaan/penyambutan tamu terhormat maupun acara adat lainya seperti pesta adat dan perkawinan.

Wakil ketua Peguyupan Sikka Niko Pitang juga mengatakan, peguyupan Bakalikat Maumere yang ada di Bumi Matawai Amahu Pada Njara Hamu juga ikut ambil bagian menampilkan tarian adat Sikka, sebagai bentuk menjaga dan mewariskan budaya Sikka. Selain itu, memeriahkan HUT RI ke-74, serta bagian dari mempromosikan budaya Sikka di daerah lain agar lebih dikenal.

"Ini bentuk kita menjaga dan mewariskan budaya Sikka. Kita juga turut memeriahkan HUT RI di bumi Matawai Amahu Pada Njara Hamu,"imbuhnya.

Ketua Bidang Humas Peguyupan Bakalikat Maumere Robert Ropo juga menambahkan, dalam pawai Karnaval ini juga peguyupan Bakalikat Maumere, juga menampilkan sejumlah tarian lain adat lain seperti tarian Rokatenda, serta tarian kreasi lain nong mari nong, tarian putar ke kiri dan ke kanan, dan sejumlah tarian lain dengan alunan musik khas Sikka yang semuanya adalah hasil karya dari anak-anak atau du'a mo'at Sikka.

Robert juga menyampaikan terima kasih kepada Pemda Sumba Timur, panitia pelaksana, dan aparat keamanan yang telah dengan caranya masing-masing mendukung dan memberikan ruang bagi peguyupan Bakalikat untuk turut ambil bagian meramaikan jalanya karnaval itu. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved