Kabupaten TTS - Siswi SD dan SMP di Kokbaun Ikut Lomba Menenun, Lihat Kehebatan Menenun Mereka

emeriahkan HUT RI Ke-74, Kecamatan Kokbaun menggelar aneka perlombaan yang berpusat di Kantor Kecamatan dengan peserta perlombaan dari enam desa di Ke

Kabupaten TTS - Siswi SD dan SMP di Kokbaun Ikut Lomba Menenun, Lihat Kehebatan Menenun Mereka
istimewa
¬†suasana perlombaan menenun yang diikuti siswi SD dan SMP di Kecamatan Kokbaun 

Mundur dari Borneo FC, Kiper Alfonsius Kelvan Merapat ke Persib Bandung? Ini Serbuan Bobotoh

Laporan Reporter Pos. Com, Dion Kota

POSKUPANG. COM, SOE - Dalam rangka memeriahkan HUT RI Ke-74, Kecamatan Kokbaun menggelar aneka perlombaan yang berpusat di Kantor Kecamatan dengan peserta perlombaan dari enam desa di Kecamatan Kokbaun. Salah satu perlombaan yang menarik adalah perlombaan menenun yang diikuti siswi tingkat SD dan SMP dari masing-masing desa.

Para peserta diminta untuk menenun sebuah selendang untuk selanjutnya dinilai hasilnya untuk menentukan pemenangnya dalam perlombaan tersebut.

Hanya butuh waktu kurang dari dua hari, para penenun cilik ini bisa melahirkan satu selendang bermotif tenun cantik.

Camat Kokbaun, Wilgo Nenometa, SE saat dihubungi pos Kupang.com, Rabu (14/8/2019) melalui sambungan telepon mengatakan, perlombaan menenun selendang yang diikuti siswi SD dan SMP ini diikuti sekitar 12 peserta. Hal ini tak lepas dari keterbatasan ruangan yang dimiliki sebagai lokasi pelaksanaan lomba. Untuk alat tenun sendiri, dibawa masing-masing Peserta.

" Kita gelar lomba menenun tingkat SD dan SMP ini dari tanggal 7 hingga 12 Agustus kemarin. Dan luar biasanya, walau masih kecil, anak-anak kita sudah bisa menghasilkan selendang buah tangan sendiri,"ungkap Nenometa.
Keterampilan anak-anak dalam menenun lanjut Nenometa diasah melalui program kampung desa yang dibiayai dengan dana desa. Program ini memang dikhususkan untuk anak-anak guna melatih keterampilan publik speaking, membaca puisi, menari, memukul gong dan juga menenun.

Siswa SMPN 1 Langke Rembong Juara Lomba PAI

Karnaval HUT RI Ke-74 di Sumba Timur, Peserta Pamerkan Tenun Ikat dan Asesoris Raksasa Simbol Budaya

Di setiap desa, ada tutor yang bertugas melatih anak-anak untuk menenun.
" Di Kecamatan Kokbaun sendiri memang kita ada program kampung desa yang juga fokus melatih anak-anak untuk belajar menenun," jelasnya.

Pemain Brazil Diego Assis Perkuat Madura United Ganti Posisi Zah Rahan, Ini Penjelasannya

BREAKING NEWS - Pria asal Aimere Kabupaten Ngada Digigit Anjing Rabies, Ini Kejadiannya

 

Dari hasil perlombaan menenun sendiri, dihasilkan 18 selendang hasil buah tangan pelajar SD dan SMP.
" untuk peserta yang juara kita berikan uang pembinaan dan akan terus kita dampingi untuk mengembangkan keterampilan menenunnya," urainya.

Nenometa menjelaskan, pihaknya sengaja mengajar anak-anak untuk menenun sejak dini sebagai usaha untuk melestarikan budaya menenun. Selain itu, diharapkan dengan keterampilan menenun nantinya anak-anak bisa menghasilkan aneka tenunan untuk dijual sehingga bisa menambah penghasilan keluarga.

Selain itu dengan menenun anak-anak diajarkan sikap kerja keras, sabar, cermat, teliti dan tekun.

" Sasaran utama kita adalah untuk melestarikan budaya menenun ini karena ini merupakan identitas kita sebagai orang TTS. Kita tidak ingin suatu saat nanti tenun menjadi punah karena tidak ada lagi anak-anak yang bisa menenun," pungkasnya. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved