Pemindahan Ibukota Negara RI - Canberra Jadi Inspirasi Ibukota Baru Indonesia, Simak Sejarahnya

Wacana pemindahan ibukota negara Republik Indonesia atau RI dari Jakarta tampaknya agar segera menjadi kenyataan.

Pemindahan Ibukota Negara RI - Canberra Jadi Inspirasi Ibukota Baru Indonesia, Simak Sejarahnya
KOMPAS.com/Biro pers setpres
Presiden Joko Widodo saat meninjau kawasan Bukit Soeharto di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, yang menjadi salah satu lokasi calon Ibu Kota baru, Selasa (7/5/2019). 

Pemindahan Ibukota Negara RI - Canberra Jadi Salah Satu Inspirasi Ibukota Baru Indonesia

POS-KUPANG.COM - Wacana pemindahan ibukota negara Republik Indonesia  atau RIdari Jakarta tampaknya agar segera menjadi kenyataan.

Presiden Indonesia Joko Widodo atau Jokowi bertekad mewujudkan rencana memindahkan ibukota negara ke Pulau Kalimantan yang dinilai para pengkritik hanya akan mengulangi "bencana" Jakarta.

Benarkah akan berlokasi di sekitar kawasan Bukit Suharto di Kaltim?

Kawasan ibukota dan sekitarnya saat ini merupakan metropolitan yang dihuni sekitar 30 juta jiwa, sangat tercemar, macet, dan rentan terhadap banjir dan rawan gempa bumi.

Banyak bagian kota ini yang mengalami penurunan tanah dengan tingkat mengkhawatirkan dan diperkirakan akan menghadapi kekurangan air yang serius pada tahun 2040.

Dalam dua pekan terakhir, Jakarta juga menghadapi krisis polusi udara, pemadaman listrik berkepanjangan serta gempa bumi.

Jakarta memiliki persoalan infrasturktur, polusi, banjir, macet dan rawan gempa.
Jakarta memiliki persoalan infrasturktur, polusi, banjir, macet dan rawan gempa. (Reuters/Beawiharta)

Sementara itu, Pulau Kalimantan, yang dirujuk sebagai lokasi baru, dijanjikan oleh Pemerintahan Jokowi untuk dijadikan ibukota baru yang smart, hijau, indah dan berkelanjutan. Secara geologis pulau tersebut stabil dan relatif belum terjamah.

Namun para pegiat lingkungan mengingatkan bahwa Kalimantan memiliki habitat hutan yang penting bagi orangutan dan spesies langka lainnya di dunia.

"Daerah ini merupakan kawasan konservasi untuk rehabilitasi hewan seperti beruang madu," ujar Direktur Walhi Kaltim Yohana Tiko kepada ABC.

Halaman
1234
Penulis: Agustinus Sape
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved