Huawei Masuk Daftar Hitam Amerika Serikat, Raksasa Teknologi China Luncurkan Sistem Saingan Android

Setelah masuk daftar hitam di Amerika Serikat, Huawei, raksasa teknologi asal China, kini resmi meluncurkan sistem operasinya sendiri

Huawei Masuk Daftar Hitam Amerika Serikat, Raksasa Teknologi China Luncurkan Sistem Saingan Android
Forbes.com
Huawei - Hongmeng - Harmony OS 

Dalam gugatannya, kata Smith, FedEx menulis bahwa peraturan ekspor yang dibuat pemerintah AS saat ini bisa mengantarkannya ke ranah hukum. Sebab, perusahaannya telah melakukan tugas yang hampir mustahil baik secara logistik, ekonomi, dan secara hukum dalam banyak kasus.

Menanggapi hal tersebut, juru bicara Departemen AS mengaku belum meninjau gugatan yang dilayangkan FedEx kepadanya.

"Kami belum meninjau keluhan itu, tetapi tetap berharap untuk mempertahankan peran e- Commerce dalam melindungi keamanan nasional AS," kata juru bicara Departemen Perdagangan AS.

Dikecam Pemerintah China

Akibat tak bisa mengantarkan paket berisi barang-barang China, FedEx pun mendapat kecaman dari pemerintah China sejak awal bulan Juni ini.

China segera meluncurkan penyelidikan terhadap FedEx untuk memeriksa paket Huawei yang gagal dikirim dengan penjelasan salah alamat.

"FedEx, sebagai perusahaan multinasional besar, harus menawarkan penjelasan yang masuk akal kepada publik. Dan mereka juga harus bertanggung jawab atas tindakan mereka," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang.

Bursa Transfer Persib Bandung Segera Dibuka, Robert Rene Alberts Sudah Punya Daftar, Siapa Saja?

Sebelumnya, FedEx telah meminta maaf karena jasa pengirimannya menolak mengirimkan ponsel Huawei yang dikirim oleh salah satu penulis Inggris ke kantor majalah New York. Paket itupun dikembalikan ke pengirim dengan tulisan "paket dikembalikan oleh FedEx, karena masalah Pemerintah AS".

"Paket tersebut keliru dikembalikan ke pengirim, dan kami mohon maaf atas kesalahan operasional ini," kata juru bicara FedEx, Maury Donahue.

Maury menambahkan, perusahaan sedang berusaha meminimalkan gangguan kepada pelanggannya karena kebijakan ekspor AS di tengah bergejolaknya perang dagang.

"Kami menyesuaikan operasi untuk mematuhi lingkungan peraturan AS yang dinamis," ucap Maury.

Sumber: kompas.com

Editor: Agustinus Sape
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved