Tahun Depan Harga Rumah Subsidi Naik Sebesar Rp 10 Juta

Masyarakat NTT manfaatkan program FLPP dan BP2BT untuk miliki rumah tahun ini karena harga rumah tahun depan naik sebesar Rp 10 juta

Tahun Depan Harga Rumah Subsidi Naik Sebesar Rp 10 Juta
POS-KUPANG.COM/Yeni Rachmawati
(Ujung Kanan) Ketua DPD REI NTT, Bobby Pitoby, Feri Bernadus dan Koordinator Penyaluran BP2BT, Anita Kurniati Al Ahmad Lambu, pada acara Sosialisasi Program BP2BT di Bank NTT REI Expo, Sabtu (10/8/2019) malam. 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -Masyarakat di Nusa Tenggara Timur harus memanfaatkan program FLPP dan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) untuk memiliki rumah karena mulai Januari 2020 harga rumah naik sebesar Rp 10 juta dari harga sebelumnya menjadi Rp 158 juta.

"Sebelum harga rumahnya naik, milenial dapat manfaatkan sebaik mungkin pola pikir yang masih numpang dengan orangtua, daripada beli gadget, mobil lebih baik beli rumah dulu. Kita akan jsmput bola turun ke instansi dan perusahaan swasta agar kuota bisa segera terpenuhi," ujar Koordinator Penyaluran BP2BT, Anita Kurniati Al Ahmad Lambu saat sosialisasi pada kegiatan Bank NTT REI Expo II tahun 2019. Ia  menyampaikan BP2BT merupakan program pemerintah melalui Kementerian PUPR, Dirjen Pembiayaan Infrastruktur dan Perumahan.

"Bantuan uang muka 45 persen dari harga rumah dengan nominal mulai Rp 38 juta hingga Rp 40 juta," kata Anita

Duka Rosalina Kase Masuk Bui, Suami Meninggal, Dipecat, Bayar Uang Rp 46 Juta, Pensiun Hilang

Ia menyebutkan batas penghasilan untuk mendapatkan bantuan ini yaitu Rp 6 juta. Masyarakat yang memiliki penghasilan dibawah Rp 5 juta mendapatkan bantuan Rp 40 juta, sedangkan diatas Rp 5 juta hingga Rp 6 juta, diberikan bantuan Rp 38 juta.

"Program ini sudah mulai berjalan sejak Juni 2019. BP2PT ini bisa untuk masyarakat baik sektor formal seperti PNS atau informal seperti pedagang bakso, ojek online, pedagang nasi goreng, dan lainnya bisa memiliki rumah dengan program ini.

Sampai saat ini sudah ada 50 pemohon di Kota Kupang untuk ditindaklanjuti," ujarnya .

Ia berharap selama pendampingan tiap bulan ada 50 pemohon. Diakuinya memang sasaran kali ini juga tertuju pada kaum milenial untuk lebih dini mempersiapkan masa depannya dan mengubah pola pikir untuk tidak terus menumpang dengan orangtua.

Selain bantuan untuk rumah yang sudah jadi, katanya, bantuan ini juga diperuntukkan bagi masyarakat yang ingin membangun rumah di lahan sendiri. Dengan persyaratan luas lahan 200 meter persegi dan bangunan tidak melebihi 48 meter.

"Bagi masyarakat yang berminat bisa langsung mengunjungi Satker di Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman kota Kupang atau hubungi nomor hp 082247300037," ungkapnya.

Bantuan penyelenggaraan BP2BT di Kota Kupang ada dibawah Dinas Teknis, Dinas PUPR provinsi NTT dan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Kupang. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved