Persoalan Batas Wilayah RI-RDTL di Kabupaten Kupang Dibahas Khusus

Terhadap kondisi ini, para pihak terkait baik dari Pemkab Kupang, Pemkab TTU, bersama Badan Perbatasan NTT juga pejabat Kemendagri

Persoalan Batas Wilayah RI-RDTL di Kabupaten Kupang  Dibahas Khusus
Dok Bagian Humas Setda Kupang
Rakor bersama membahas persoalan pembangunan perbatasan di wilayah Kabupaten Kupang dengan RDTL. 

Persoalan Batas Wilayah RI-RDTL di Kabupaten Kupang  Dibahas Khusus

POS-KUPANG.COM I OELAMASI-- Wilayah perbatasan RI-RDTL khusus di Kabupaten Kupang masih memerlukan perhatian serius. Perbatasan merupakan etalase wajah Indonesia di mata Negara lain sehingga pembangunan infrastruktur, sarana prasarana menjadi bagian yang penting dilakukan.

Terhadap kondisi ini, para pihak terkait baik dari Pemkab Kupang, Pemkab TTU, bersama Badan Perbatasan NTT juga pejabat Kemendagri dan Kemenlu membahas khusus pada rakor bersama.

Dari Rilis Berita Humas Setda Kupang yang diterima POS KUPANG.COM, Senin (12/8/2019), hadir pada Rakor tersebut Bupati Kupang, Korinus Masneno, Bupati  TTU Raymundes S. Fernandes, Ditjen BAK Kemendagri, Thomas Umbu Pati, Pejabat Kemenlu RI, Umbara Setiawan, Kaban Perbatasan NTT,  Linus Lusi, serta tokoh masyarakat Wilayah Amfoang dan TTU.

Bupati Korinus menyatakan,  banyak potensi yang ada di wilayah perbatasan yang perlu digali sehingga sinergi semua pihak baik itu pemerintah pusat hingga Pemda menjadi satu kekuatan dalam memajukan wilayah perbatasan.

Untuk Kabupaten Kupang khususnya wilayah Amfoang Timur berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste, kata Masneno,  kondisinya infrastrukturnya masih terbilang sulit di akses.

Untuk mengatasi hal tersebut dirinya berharap perlu sinergitas yang kuat dari semua pihak sehingga persoalan yang ada diwilayah perbatasan negara dapat diminimalisir. Mengingat Pembangunan jalan dan jembatan dan infrastruktur lainnya yang memadai akan membuka akses ke wilayah perbatasan dan pastinya berdampak pada terbangunnya sektor-sektor lainnya yang akan berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

Terkait rencana Pemerintah Pusat membangun PLBN di Amfoang Timur, Masneno  menyambut baik rencana tersebut. Dirinya berharap segera dilaksanakan karena sangat besar manfaatnya bagi masyarakat. Pembangunan PLBN akan menjadi daya dukung percepatan pembangunan infrastruktur lainnya di Kecamatan Amfoang Timur.

Masneno menambahkan, rencana pembangunan PLBN di Amfoang Timur sudah pernah direncanakan tahun-tahun sebelumnya bahkan sebelum pembangunan PLBN di Motaain dilaksanakan, namun tertunda. Sehingga besar harapannya agar kali ini jangan tertunda lagi karena merugikan masyarakat.

Bupati Kamelus Buka Festival Lagu Tradisional Manggarai di Cibal Barat

RSIA Dedari Kupang Gelar Parenting Class

"Pembangunan PLBN menjadi kebutuhan masyarakat amfoang. Semua akses di Lintas batas Negara ini sangat penting sehingga hubungan budaya, ekonomi diantara kedua Negara diharapkan dapat terus berjalan dan menjadi nilai tambah bagi masyarakat,” kata Masneno.(Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved