Pemprov NTT Lakukan Rembuk Stunting di Malaka, Harapan Bupati Bria Seran

Pemprov NTT lakukan rembuk Stunting di Kabupate Malaka, ini harapan Bupati Stefanus Bria Seran

Pemprov NTT Lakukan Rembuk Stunting di Malaka, Harapan Bupati Bria Seran
POS-KUPANG.COM/Teni Jenahas
Acara Rembuk Stunting tingkat Kabupaten Malaka di Aula Kantor Bupati Malaka, Senin (12/8/2019). 

Pemprov NTT lakukan rembuk Stunting di Kabupate Malaka, ini harapan Bupati Stefanus Bria Seran

POS KUPANG. COM | BETUN - Pemerintah Provinsi NTT (  Pemprov NTT) melalui Dinas Kesehatan melaksanakan Rembuk Stunting tingkat Kabupaten Malaka.

Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Bupati Malaka, Senin (12/8/2019). Kegiatan dibuka Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran.

21 Tahun Hilang dan Dianggap Meninggal, Alis Juariah Masih Hidup, Begini Kondisinya di Arab Saudi

Hadir saat itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi NTT, David Mandala. Peserta kegiatan adalah Sekda Malaka, para staf ahli, asisten, pimpinan perangkat daerah, pejabat eselon III dan IV. Para camat, kepala desa, pejabat TNI-Polri dan pimpinan perguruan tinggi.

Dalam sambutannya, Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran mengatakan, mengatasi masalah Stunting bukan hanya tanggungjawab Dinas Kesehatan tetapi lintas sektor, terutama dinas-dinas yang menangani bidang kemakmuran rakyat.

PT Timor Real Estate Buka Perumahan Baru di Atambua, Ini Keunggulan Belu Regency

"Masalah stunting bukan hanya tanggungjawab dinas kesehatan tetapi lintas sektor. Lebih-lebih dinas- dinas urusan kemakmuran seperti, dinas pertanian, ketahanan pangan, perikanan dan kehutanan,"tegas Bupati Stef.

Lanjutnya, peran dinas kesehatan adalah memberikan pengetahuan tentang kesehatan dan pengetahuan mengelola makanan.

"Dinas kesehatan memberikan pengetahuan dan pengelolaan makanan. Tentang apa dimakan oleh siapa dan siapa makan apa, itu tugas dinas kesehatan", tutur mantan

Menurut Bupati Stef, penyebab utama stunting adalah asupan gizi yang tidak memadai baik masih dalam kandungan maupun setelah lahir. Oleh karena itu, dua peran besar yang dilakukan ke depan, pertama, peran sebagai warga negara adalah menyampaikan sosialisasi secara terus menerus tentang pengetahuan tentang kesehatan. Kedua, sebagai kepala rumah tangga harus memperhatikan masalah asupan gizi di tingkat keluarga.

Bupati Stef meminta peserta Rembuk Stunting agar menyusun rencana aksi pencegahan stunting dengan baik dan rencana aksi tersebut harus dapat dioperasionalkan.

Diakhiri rembuk stunting ini akan ada pernyataan komitmen dari semua stakeholder dan kesepakatan anggaran dalam mencegah stunting. (Laporan reporter POS- KUPANG.COM, Teni Jenahas)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved