Ini Penyebab Harga Cengkeh di Manggarai Turun

Harga cengkeh dari tahun ke tahun terus menurun drastis.Petani cengkeh di Manggarai pasrah dan tetap menjual hasil cengkeh walau harganya anjlok.

Ini Penyebab Harga Cengkeh di Manggarai Turun
POS-KUPANG.COM/Aris Ninu
Hasil cengkeh milik warga Kampung Robo, Desa Ranaka, Manggarai yang dipetik di kebun, Minggu (11/8/2019) 

POS-KUPANG.COM | RUTENG -Harga cengkeh dari tahun ke tahun terus menurun drastis. Banyak petani cengkeh di Manggarai pasrah dan tetap menjual hasil cengkeh walau harganya anjlok.

"Harganya tidak bagus, dari Rp 80 ribu per kilogram (kg) sekarang mulai turun sampai Rp 65 ribu per kg. Harga cengkeh selalu naik turun setiap tahun. Ada petani cengkeh yang pasrah dengan harga. Ada yang nekat membawa cengkeh ke Borong dan Maumere untuk dijual. Saya tetap jual di Ruteng biar bisa beli beras dan biaya anak sekolah," kata Agustinus Antut, petani cengkeh asal Kampung Robo, Desa Ranaka, Kecamatan Wae Rii, Kabupaten Manggarai, Minggu (11/8/2019).

Khawatir Tertinggal, Kopdit Obor Mas Maumere Lebarkan Unit Usaha

Mengenai produksi cengkeh, Agustinus mengatakan, buah cengkeh di kebunnya mulai berkurang dan kurang bagus namun ia tetap memetik hasilnya lalu dijual ke Ruteng. Agustinus harap tahun depan buah cengkeh di kebunnya berlimpah.

Petani lainnya, Mathias Gaguk, mengaku buah cengkeh di kebunnya berbuah kurang banyak. "Harganya tidak baik tapi kami tetap jual," papar Mathias.

Ia mengungkapkan, tahun lalu cengkeh di kebunnya berbuah cukup banyak sehingga ia bisa mendapat keuntungan. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved