BREAKING NEWS: Di Lembata, NTT, Gara-gara Air, Suami Tikam Istri dengan Panah Ikan

BREAKING NEWS: Di Kabupaten Lembata, NTT, gara-gara Air, Suami tikam istri dengan panah ikan

BREAKING NEWS: Di Lembata, NTT, Gara-gara Air, Suami Tikam Istri dengan Panah Ikan
POS-KUPANG.COM/Dokumen Polres Lembata
Betis kaki kanan korban yang ditikam oleh pelaku, Amatus Aran. Korban saat ini masih dirawat di RSUD Lewoleba dan menunggu operasi dilakukan, Senin (12/8/2019) 

BREAKING NEWS: Di Kabupaten Lembata, NTT, gara-gara Air, Suami tikam istri dengan panah ikan

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga ( KDRT) kembali terjadi di Kabupaten Lembata pada Minggu (11/8/2019) malam.

Amatus Aran (32) menikam panah ikan di betis kaki kanan istrinya, Maria Mater Dolorosa (30) karena masalah kebutuhan air di dalam rumah. Kejadian yang terjadi Desa Beutaran, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata ini kini langsung dilapor ke Pos Polisi Ile Ape dan Polres Lembata.

Marak Bom Ikan, Warga Banitobo Lembata Siap Busur Panah dan Senapan Angin Jaga Laut

Ditemui di ruang kerjanya, Senin (12/8/2019), Kasat Reskrim Polres Lembata, Iptu Yohanes Wila Mira menjelaskan peristiwa naas ini bermula pada saat Amatus dan anaknya hendak mencuci tangan di kamar mandi usai makan malam. Saat itu, Maria mengingatkan kepadanya agar tidak boros air.

"Mereka bertengkar masalah air. Istri minta jangan ambil air terlalu banyak," tutur Iptu Yohanes.

Amatus kemudian tersinggung dan memukul kepala istrinya hingga kepalanya bocor. Dia pun mengambil panah ikan dan menikam betis kanan istrinya hingga tak berdaya. Korban pun langsung dibawa ke RSUD Lewoleba. Pelaku pun langsung ditangkap dan diamankan di Pos Polisi Ile Ape kemudian ditangani Unit PPA Polres Lembata.

Kabar Gembira, Siswa SMA di Kalimantan Tengah Ini Juara Dunia Penyembuh Kanker, Simak Ceritanya

Menurut rencana, korban akan dioperasi pada bagian kaki yang masih tertancap panah ikan.
Kata Iptu Yohanes, pihak Polres Lembata masih melakukan pendalaman terhadap saksi-saksi. Menurut dia, ini merupakan kasus pidana tetapi masih ditelusuri pasal-pasalnya.

Kalau keduanya sudah menikah secara sah maka pelaku akan dikenai pasal KDRT.
Menurutnya, pelaku juga terindikasi mabuk alkohol. Oleh karena itu, dia imbau kepada masyarakat supaya jangan mengkonsumsi alkohol secara berlebihan karena bisa berdampak negarif seperti ini. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved