Baru 4.300 Tenaga Kerja di Sikka Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Kepesertaan tenaga kerja di Kabupaten Sikka, Pulau Flores menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan baru m

Baru 4.300 Tenaga Kerja di Sikka Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan
Pos Kupang.com/eugenius moa
Rapat  koordinasi  BPJS Tenaga  Tenaga  Cabang  Maumere,  Senin  (12/8/2019) di  Hotel  Go,  Kota Maumere, Pulau Flores. 

POS-KUPANG.COM, MAUMERE---Kepesertaan  tenaga kerja   di  Kabupaten  Sikka, Pulau  Flores  menjadi peserta Badan  Penyelenggara Jaminan Sosial  (BPJS)  Ketenagakerjaan   baru mencapai  sekitar 40  persen  lebih  atau  4.300-an  orang  dari  total potensi sekitar 10.000  tenaga kerja.

“Ini  peserta (tenaga kerja) yang aktif. Perusahaan berbadan   hukum sekitar  700-an, yang menjadi peserta  baru sekitar  400-an. Kami  berharap   pemilik atau  manajemen bisa  segera  menjadi peserta,”    imbau Kepala BPJS Ketenagakerjaan  Kabupaten  Sikka, Hendrik  Weki,  S.H,    kepada   POS-KUPANG.COM, Senin   (12/8/2019)  siangusai   rapat koordinasi  lintas sektor  BPJS  Ketenagakerjaan di  Hotel  Go, Kota Maumere, Pulau  Flores.

Meriahkan HUT RI 74, PSMTI NTT Gelar Donor Darah

Pertemuan dihadiri  Kepala  Kejaksaan Negri  Maumere,  Azman  Tanjung, S.H,  Kepala  BPJS Ketenagakerjaan  Propinsi  NTT,  Rita Damayati,  Kepala  Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi  Sikka, Germanus  Goleng, Kepala Dinas  Penanaman Modal  dan Perizinan,  Drs. Lukman, Sekretaris  Dinas  Pemerintahan  Masyarakat  Desa   (PMD)dan  Badan  Keuangan Daerah  Sikka.

Dana   yang terkumpul  dari   kepesertaan  setahun  Rp 5  miliar. Sampai   akhir  bulan  Juli  2019 terhimpun  Rp 3  miliar.

Hendrik  menegaskan, kewajiban  pemilik  atau pengelola perusahaan   mendaftarkan tenaga  kerja  menjadi  peserta BPJS Ketenagakerjaan.  BPJS  Ketenagakerjaan  menjadi  hak  pekerja  yang harus  ditanggung  pemberi kerja.

“Manfaatnya ketika tenaga kerja mengalami  kecelakaan kerja,  meninggal  dunia, hari   tua  dan pensiun.  Ini perintah UU yang  harus  dilaksanakan,”  kata Hendrik.

Hendrik  mengingatkan  sanksi  pidana  dan perdata  bisa menjerat  pemberi kerja  ketika   tidak mengurus program BPJS  Ketenagakerjaan  bagi karyawan.   Kejaksaan Negeri  sebagai  jaksa pengacara  negara  terlibat  memberikan sosialisasi   jika pemilik  atau pengelola  usaha  tidak   menyertakan  tenaga kerja  menjadi  dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

“Kami  lakukan pendekatan dan sosialisasi kepada  perusahaan  pemberi kerja. Semua  tahapan  akan   kami lakukan,” imbuh  Hendrik. (laporan wartawan  pos-kupang.com, eginius  mo’a)

 

 
 

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved