Ribuan Umat Muslim Sumba Timur Ikut Sholat Idul Adha di Lapangan Pahlawan Waingapu
--Ribuan lebih umat muslim di Kabupaten Sumba Timur mengikuti sholat Idul Adha 1440 hijriah tahun 2019 yang berlangsung di lapangan Pahlawan, Keluraha
Penulis: Robert Ropo | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo
POS-KUPANG.COM | WAINGAPU---Ribuan lebih umat muslim di Kabupaten Sumba Timur mengikuti sholat Idul Adha 1440 hijriah tahun 2019 yang berlangsung di lapangan Pahlawan, Kelurahan Hambala, Kecamatan Kota Waingapu, Minggu (11/8/2019) pagi.
Adapun yang bertindak sebagai imam dalam sholat tersebut Fadlun Hasan, Hotib/khatib H.Elyas Ismail, S. Ip, dan Bilal Saefudin Ambarak.
Sholat itu dimulai pada pukul 07.00 Wita dan berakhir sekitar pukul 08.30 Wita. Sholat itu berlangsung aman dan tertib, dijaga oleh anggota TNI dan Polri. Usai sholat dilakukan penyerahan hewan kurban dari Pemda Sumba Timur kepada panitia untuk selanjutnya disembeli dan dibagikan kepada fakir miskin.
Tokoh muslim di Sumba Timur sekaligus Hotib/khatib dalam sholat Idul Adha H.Elyas Ismail, S.Ip ketika ditemui POS-KUPANG.COM usai sholat tersebut mengatakan ada pesan moral terhadap tiga persoalan penting dalam memaknai hari Idul Adha.
H. Ismail menjelaskan, pesan moral terhadap tiga persoalan penting itu yakni pertama ketaatan umat muslim kepada Allah harus ditingkatkan lagi, kedua, nilai seorang umat manusia di mata sesama dan di mata Allah perlu dijaga.
"Jadi manusia ini sesungguhnya adalah makluk yang sangat mulia karena berasal dari nenek moyang yaitu seorang nabi yaitu Adam. Sehingga kita membangun toleransi hubungan antara sesama sehingga baik manusia modern maupun agama-agama manapun membunuh atau menghilangkan nyawa orang itu haram,"tandas H. Ismail.
H. Ismail juga mengatakan, sedangkan pesan moral untuk persoalan penting ketiga yakni terkait pendidikan.
"Pendidikan swasta kita di Sumba Timur khususnya pendidikan Islam itu, perlu kita umat ini mendukung. Saya singgung bahwa pemerintah memang dalam setiap waktu selalu memberikan bantuan, cuma kan tidak semua kebutuhan-kebutuhan yang ada di masyarakat atau di sekolah itu dibantu karena keterbatasan anggaran, karena itu inisiatif masyarakat untuk melakukan bantuan tang hanya berupa pikiran saja itu menjadi satu dukungan moril,"ungkap H. Ismail.
"Dukungan dengan memasukan anak di sekolah itu saja merupakan sebuah dukungan atau bantuan ini yang diharapkan. Sesama itu harus bangun toleransi, kita harus Kerja sama yang baik sehingga sama-sama juga kita membangun daerah ini,"tambah H. Ismail yang juga sebagai ketua Pimpinan Daerah Muhammadyah Kabupaten Sumba Timur.
Ketua PHBI Sumba Timur Samsudin Pasoa kepada POS-KUPANG.COM menjelaskan pihaknya menerima hewan kurban untuk Idul Adha yakni hewan sapi sebanyak 51 ekor, kambing 391 ekor, dan domba sebanyak 7 ekor.
Dengan rincian untuk hewan kurban sapi dari Pemprov NTT sebanyak 2 ekor sapi, Pemda Sumba Timur 1 ekor, dan DPRD sumba Timur 1 ekor, Polres Sumba Timur 1 ekor sapi dan dari yayasan Bina Sumba Rambani sebanyak 5 ekor sapi, sedangkan sisanya dari umat. Sedangkan untuk kambing dari yayasan Bina Rambani sebanyak 108 ekor dan sisanya dari umat.
Samsudin juga menjelaskan, hewan-hewan kurban itu telah disalurkan kepada 22 mesjid dan 7 lingkungan yang meliputi mesjid Melolo, Tanaraing, Pandawai, Kambera, Kota Waingapu, Kanatang, dan Haharu.
Sementara, lima ekor sapi dari yayasan Bina Sumba Rambani, 3 ekor telah disalurkan ke Lewa, Melolo, dan Tanaraing. Sedangkan 2 ekor sapi, dan 108 ekor kambing kurban dari yayasan tersebut akan dipotong oleh yayasan tersebut pada hari kedua dan dibagikan kepada fakir miskin. (*)
BalasTeruskan