Breaking News
Sabtu, 11 April 2026

Ini Alasan Gubernur NTT Ingin Relokasi Warga Pulau Komodo

Ini Alasan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat Ingin Relokasi Warga Pulau Komodo

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Gubernur NTT, Viktor B Laiskodat 

Ini Alasan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat Ingin Relokasi Warga Pulau Komodo

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan, kebijakan menutup Pulau Komodo dan merelokasi warga dari Pulau Komodo bertujuan agar Pulau Komodo di dalam Kawasan Taman Nasional Komodo ( TNK) benar-benar menjadi kawasan konservasi.

Viktor menyampaikan hal ini saat ditemui usai penyerahan sapi bantuan Presiden RI untuk kurban kepada Mesjid Nurul Iman, Oebobo Kota Kupang, Minggu (11/8/2019).

Politikus PDIP yang Juga Putri Megawati, Puan Maharani Berlibur di Labuan Bajo

"Saya terus menunggu pembahasan yang belum diserahkan kepada kita dan mungkin sebentar lagi akan diserahkan. Banyak yang sampaikan kritik dan dorongan atau suport terhadap kebijakan itu," kata Viktor.

Dijelaskan, semestinya semua harus sepakat bahwa pulau itu harus menjadi pulau konservasi dan ada tangungjawab jelas bagaimana membangunnya.

Ketua PHBI Kota Kupang Sebut Jumlah Hewan Kurban Idul Adha Capai 2.044 Ekor, Ini Rinciannya

Lebih lanjut, dikatakan, masyarakat selama ini tidak terlayani secara baik, dari aspek pendidikan dan sebagainya.

"Mereka tidak punya hak tanah yang cukup seperti warga negara yang lain. Sertifikat tanah tidak punya. Bapak Presiden telah menyarankan agar jika warga direlokasi, maka harus mendapatakan sertifikat tanah yang baik sehingga kedepan mereka mempunyai hak-hak sebagai warga negara," jelasnya.

Terkait rencana relokasi warga Pulau Komodo, Viktor yang saat itu didampingi Ketua DPRD NTT, H. Anwar Pua Geno mengatakan, jika warga ada di Pulau Komodo bersama komodo, maka pertumbuhan manusia akan lebih cepat dibanding komodo.

"Komodo bisa bertelur tapi tidak bisa menetas atau tidak jadi kalau manusia akan berkembang dan ada yang datang ke situ, kawin mawin,
maka habitat komodo akan hilang suatu saat," katanya.

Dikatakan, jadi tidak saling curiga apakah rusa atau kerbau atau sapi yang diambil dan dicuri itu datang dari siapa.

"Besok kita tahu saja kalau ada yang keluar dari situ tahu saja gubernur. Kita buat ini agar tidak saling mencurigai," ujarnya.

Terkait pengusuran kasus pencurian makanan komodo seperti rusa dan lainnya, ia mengatakan, mengusut sudah pasti.

"Tapi kita harus berjalan kedepan ,kita harus memenej pulau itu menjadi pulau konservasi.
Apa itu konservasi, yakni pulau itu bersih, indah dan seluruh ekosistemnya kembali . Ada kepiting hidup kembali di sana memiliki air yang cukup, pohon -pohon endemik dapat dikembangkan terus," katanya.

Soal perketat pengawasan melalui pembangunan pos-pos jaga, ia menegaskan sudah pasti.

"Sekarang ini kan TNK tidak berkelas untuk urus itu, tidak mampu. Rentang kendali yang datang di situ adalah Eselon III.

"Masa bisa bersaing dengan gubernur NTT. Kan eselon III dia, bagaimana ya," ujar Viktor. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved