Ini Alasan Gubernur NTT Ingin Relokasi Warga Pulau Komodo

Ini Alasan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat Ingin Relokasi Warga Pulau Komodo

Ini Alasan Gubernur NTT Ingin Relokasi Warga Pulau Komodo
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Gubernur NTT, Viktor B Laiskodat 

Ini Alasan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat Ingin Relokasi Warga Pulau Komodo

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan, kebijakan menutup Pulau Komodo dan merelokasi warga dari Pulau Komodo bertujuan agar Pulau Komodo di dalam Kawasan Taman Nasional Komodo ( TNK) benar-benar menjadi kawasan konservasi.

Viktor menyampaikan hal ini saat ditemui usai penyerahan sapi bantuan Presiden RI untuk kurban kepada Mesjid Nurul Iman, Oebobo Kota Kupang, Minggu (11/8/2019).

Politikus PDIP yang Juga Putri Megawati, Puan Maharani Berlibur di Labuan Bajo

"Saya terus menunggu pembahasan yang belum diserahkan kepada kita dan mungkin sebentar lagi akan diserahkan. Banyak yang sampaikan kritik dan dorongan atau suport terhadap kebijakan itu," kata Viktor.

Dijelaskan, semestinya semua harus sepakat bahwa pulau itu harus menjadi pulau konservasi dan ada tangungjawab jelas bagaimana membangunnya.

Ketua PHBI Kota Kupang Sebut Jumlah Hewan Kurban Idul Adha Capai 2.044 Ekor, Ini Rinciannya

Lebih lanjut, dikatakan, masyarakat selama ini tidak terlayani secara baik, dari aspek pendidikan dan sebagainya.

"Mereka tidak punya hak tanah yang cukup seperti warga negara yang lain. Sertifikat tanah tidak punya. Bapak Presiden telah menyarankan agar jika warga direlokasi, maka harus mendapatakan sertifikat tanah yang baik sehingga kedepan mereka mempunyai hak-hak sebagai warga negara," jelasnya.

Terkait rencana relokasi warga Pulau Komodo, Viktor yang saat itu didampingi Ketua DPRD NTT, H. Anwar Pua Geno mengatakan, jika warga ada di Pulau Komodo bersama komodo, maka pertumbuhan manusia akan lebih cepat dibanding komodo.

"Komodo bisa bertelur tapi tidak bisa menetas atau tidak jadi kalau manusia akan berkembang dan ada yang datang ke situ, kawin mawin,
maka habitat komodo akan hilang suatu saat," katanya.

Dikatakan, jadi tidak saling curiga apakah rusa atau kerbau atau sapi yang diambil dan dicuri itu datang dari siapa.

Halaman
12
Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved