Keluarga Korban Kericuhan di Tanah Merah Serahkan Penyelesaian Kasus ke Polisi

telah membangun koordinasi dengan para tokoh masyarakat di Desa Tanah Merah agar secara bersama mendukung penyelidikan kepolisian.

Keluarga Korban Kericuhan di Tanah Merah Serahkan Penyelesaian Kasus ke Polisi
POS KUPANG/GECIO VIANA
Jenazah Almarhum Max Robin Messakh (42) saat berada di kediamannya di RT 20 RW 08 Dusun IV Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Kamis (8/9/2019) malam. 

Keluarga Korban Kericuhan di Tanah Merah Serahkan Penyelesaian Kasus ke Polisi

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Pihak keluarga korban kericuhan di tempat peminangan di Desa Tanah Merah, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang menyerahkan sepenuhnya penyelesaian kasus tersebut ke pihak kepolisian.

Korban meninggal dalam kejadian berdarah tersebut yakni Max Robin Messakh (42) warga RT 20 RW 08 Dusun IV Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.

Hal ini disampaikan Kepala Desa Oebelo, Paulus A. Daud ketika dihubungi POS-KUPANG.COM, Jumat (9/8/2019) malam.

"Pihak keluarga sudah menerima kejadian tersebut dan menyerahkan kepada Tuhan dan kami juga tinggal di negara hukum sehingga menyerahkan sepenuhnya pada proses hukum yang berlaku sehingga mencegah hal-hal yang tidak kita ingin terjadi seperti yang saudara kami alami," kata Paulus.

Selaku juru bicara keluarga, lanjut Paulus, telah dilakukan pertemuan internal keluarga dan memberikan kepercayaan kepada pihak kepolisian.

Selain itu, pihaknya juga telah membangun koordinasi dengan para tokoh masyarakat di Desa Tanah Merah agar secara bersama mendukung penyelidikan kepolisian.

"Saya sudah ke rumah yang menjadi tempat kejadian dan bertemu dengan pihak keluarga, saya menyampaikan masalah ini merupakan masalah yang tidak kita inginkan bersama dan kami juga masih ada hubungan keluarga sehingga kita serahkan sepenuhnya ke pihak kepolisian dengan membantu proses penyelidikan kasus oleh kepolisian dan kita harus terbuka," paparnya.

Saat momentum itu, ujar Paulus, pihak kepolisian juga datang dan menjemput dua warga Desa Tanah Merah untuk dimintai keterangan.

"Kami sepakat untuk tidak menghambat proses penyelidikan dari kepolisian dan sepakat untuk menjaga keamanan bersama di mana warga dua desa tidak boleh saling baku ganggu serta berkoordinasi untuk menjaga keamanan dan para korban yang harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum," katanya.

Halaman
1234
Penulis: Gecio Viana
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved