Festival 3 Gunung Jadi Hajatan Tahunan di Lembata
Beraneka persiapan sementara disiapkan menjelang festival yang puncak acaranya digelar di Bukit Cinta Lembata itu.
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
Festival 3 Gunung Jadi Hajatan Tahunan
POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA--Perhelatan akbar Festival 3 Gunung Lembata akan digelar mulai 26 Agustus 2019 mendatang. Beraneka persiapan sementara disiapkan menjelang festival yang puncak acaranya digelar di Bukit Cinta Lembata itu.
Di samping itu pula, Pemerintah Kabupaten Lembata sendiri telah menetapkan Festival 3 Gunung sebagai hajatan tahunan. Bahkan pemerintah juga sudah menandatangani perubahan atas Perda Kabupaten Lembata Nomor 1 Tahun 2012 tentang Rencana Induk Pengembangan Kepariwisataan Kabupaten Lembata.
Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur, mengatakan semua festival yang masuk dalam rangkaian aktivitas Festival 3 Gunung masuk dalam perda dimaksud termasuk Festival Lamafa yang rencananya mulai diselenggarakan tahun depan, hadok, dan guti nale.
"Jadi ini kontinuitas, jalan terus. Ini rangkaian festival 3 gunung tapi mereka terpisah sehingga ada yang sudah mulai bulan Februari, ada yang sudah mulai bulan Mei. Kalau hadok disesuaikan dengan Festival 3 Gunung," sebut Bupati Sunur di Kantor Bupati, Kamis (8/8/2019)
Hal lainnya, lanjut Sunur, pemerintah setempat juga fokus mengembangkan Lamalera yang sudah masuk dalam Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional (KPPN) dan salah satu objek wisata baru yang akan dikembangkan Pemprov NTT.
"Bukan membangun Lamaleranya saja. Lamalera dan sekitarnya sebagai daya dukung. Kalau sebagai daya dukung, kita konsen, pembangunan dari provinsi itu apanya, dari pusat itu apa yang mereka bangun di sana, dari daerah juga apa di sana," kata Bupati Sunur.
Menurut dia, Lamalera akan menjadi branding destinasi Kabupaten Lembata.
"Tapi kan harus ada pintu masuknya. Orang mengenal bukan hanya Lamaleranya saja. Orang mengenal Lewoleba, mengenal juga Lembata. Makanya Bukit Cinta Lembata (BCL) itu city branding. Pada saat orang bicara BCL orang pasti mengenal itu Lembata. Nah ini yang lagi dibuat," rincinya.
Konsep pariwisata yang dia kembangkan saat ini adalah membangun kawasan dan bukan saja parsial. Maksudnya, kalau parsial artinya membangun titik-titik kegiatan. Misalnya di Bukit Cinta Lembata (BCL), Bukit Doa, Balauring, Lamalera dan lainnya.
• TERUNGKAP! Penyebab Acara Pinangan di Oebelo NTT Makan 7 Korban 1 Tewas 6 Luka-Luka
• Idul Adha-Bacaan Niat Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah, Tanggal 9 & 10 Agustus,Lengkap dengan Artinya
• BIKIN BAPER! 7 Drama Korea Komedi Romantis yang Jangan Kamu Lewatkan Begitu Saja, Ada Lee Min Ho Lho
Kawasan Bukit Cinta Lembata seluas hampir 500 hektare juga akan dijadikan lokasi wisata andalan yang meliputi Bukit Doa, Bukit Susu, Bukit Jomblo dan pantai.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/bupati-lembata-eliaser-yentji-sunur-saat-menandatangani-3-perda.jpg)