Perubahan Status Daerah Disambut Dingin Pemda Ende, Ini Alasannya

Perubahan status daerah disambut dingin Pemda Ende, ternyata ini alasannya

Perubahan Status Daerah Disambut Dingin Pemda Ende, Ini Alasannya
POS-KUPANG.COM/ROMUALDUS PIUS
Kadis PMD Ende, Albert Yani 

POS-KUPANG.COM | ENDE - Perubahan status daerah disambut dingin Pemda Ende, ternyata ini alasannya. Perubahan status Kabupaten Ende dari daerah tertinggal menjadi daerah tidak tertinggal yang ditetapkan oleh pemerintah pusat disambut dingin oleh Pemda Ende. Pemda Ende tidak terlalu antusias dengan perubahan status tersebut karena konsekwensinya pada anggaran dari pusat ke daerah.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Albert Yani kepada POS-KUPANG.COM, Kamis (8/8/2019) mengatakan bahwa pada satu sisi Pemda Ende menyambut gembira dan menilai bahwa pemerintah pusat melihat ada perubahan yang terjadi di Kabupaten Ende.

Intip Yuk Jenis Lomba yang Diselenggarakan Kantor Bahasa di Kampung Literasi Belo Kupang

"Selama ini kita memang telah bekerja keras untuk memajukan daerah sehingga terjadi kemajuan pada sejumlah komponen pembangunan. Itu yang mungkin dilihat oleh pemerintah pusat bahwa di Kabupaten Ende tidak lagi menjadi daerah tertinggal," kata Albert.

Namun pada sisi lain ungkap Albert dengan adanya perubahan status justru bisa merugikan Kabupaten Ende karena konsewensinya pada anggaran atau pendanaan dari pemerintah pusat yang kemungkinan berkurang karena tidak lagi masuk sebagai daerah tertinggal.

Padahal, ujar Albert, pada kenyataanya masih ada daerah atau desa di Kabupaten Ende yang masih tertinggal dan membutuhkan dana besar untuk mengintvensi desa-desa tersebut agar bisa lebih maju setara dengan desa lainnya.

TRIBUN WIKI: Jelang Hari Raya Idul Adha 2019, Ini Lokasi dan Harga Kambing Kurban di Kupang

"Di Kabupaten Ende masih banyak desa yang masuk dalam kategori tertinggal terutama dalam hal infrastruktur seperti jalan dan jembatan juga air minum maupun sarana prasana kesehatan juga pendidikan. Desa-desa tersebut perlu anggaran yang besar untuk mengejar ketertinggalan dan dana itu datangnya dari pusat," kata Albert.

Kalau Kabupaten Ende statusnya sudah bukan daerah tertinggal maka dikuatirkan sentuhan pembangunan untuk desa-desa tertinggal juga akan berkurang.

Albert mengatakan kalau memang perubahan status tidak berpengaruh pada anggaran tentu itu adalah hal menggembirakan karena pemerintah pusat menilai bahwa Pemda Ende memang telah berhasil dalam pembangunan. Namun demikian kalau berpengaruh pada anggaran tentu disayangkan.

Albert berharap agar perubahan status daerah tidak berpengaruh langsung pada anggaran yang berasal dari pemerintah pusat seperti DAU dan dana-dana lainnya yang bersumber dari APBN. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Romualdus Pius)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved