Menara Telekomunikasi Berbentuk Lampu Hias dan Olimpic Dibangun di Maumere

Sebuah menara telekomunikasi berbentuk lampu hias dan olimpic dibangun di Maumere

Menara Telekomunikasi Berbentuk Lampu Hias dan Olimpic Dibangun di Maumere
POS-KUPANG.COM/Eginius Mo'a
Presiden Direktur PT Yasoonus Komunikatama Indonesia (YAI), Drs. Yamanatona B Lase, menjelaskan aktivitas perusahaan, Kamis (8/8/2019) siang bersamaan peresmian kantor cabang PT YAI NTT di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Wairotang, Kecamatan Alok Timur, Kota Maumere, Pulau Flores. 

Sebuah menara telekomunikasi berbentuk lampu hias dan olimpic dibangun di Maumere

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Menara bersama telekomunikasi berbentuk Olimpic di area Gelora Samador Kota Maumere dan menara berbentuk pohon dan lampu hias di Tugu Selamat Datang dan menjadi pemandangan yang baru di Kota Maumere, Pulau Flores.

Pembangunan menara kamuflase akan menggantikan semua menara-menara konvensional akan menjadi bukti pertama kehadiran PT Yasoonus Komunikatama Indonesia (YAI), pada Kamis (8/8/2019) siang diresmikan kantor cabang NTT di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Wairotang, Kecamatan Alok Timur, Kota Maumere, Pulau Flores.

Ahmad Atang Sebut Lima Putra Terbaik NTT Ini Layak Jadi Menteri Jokowi, Siapa Saja?

Presiden Direktur PT YAI, Drs. Yamanatona B Lase, menyampaikan itu ketika meresmikan beroperasinya Cabang PT YAI NTT. Selestinus Ola, memimpin cabang NTT dihadiri Komisaris PT YAI, Drs. Penunjang Waruw, M.Kom,M.Si, utusan Keuskupan Maumere, Romo John Eoh, dan undangan.

"Sambil menunggu proses pengurusan izin-izinya, kami harapkan bulan depan sudah dimulai pembangunanya," kata Yamanato, menjawab wartawan.

Warga RT 8 Liliba Kesulitan Mendapatkan Air Bersih, Sumur Kering

Kehadiran perusahaan direspon Uskup Maumere, Mgr.Edwaldus Martinus Sedu. Manajemen bertemu Uskup Maumere kemudian melakukan sosialiasi dengan para pastor, Selasa (6/8/2019) di Maumere. Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo telah merestui kehadiran perusahaan ini.

Keterlibatan Gereja Katolik, kata Yamanatona, karena perusahaan akan memanfaatkan menara-menara gereja "menanam" jaringan telekomunikasi.

"Semua menara gereja di Keuskupan Maumere berpotensi dimanfaatkan. Penempatan jaringan telekomunikasi ini di menara gereja akan dibungkus sangat rapi dengan fiber menangkap signal, sehingga tidak mengubah nilai estetika menara gereja," kata Yamanatona.

Di Indonesia, kata Yamanatona, kerjasama dengan pihak gereja sudah dilaksanakan dengan 14 gereja protestan dan rumah ibadah lainya. Di NTT, kata Yamanatona, pihak gereja menerima kontribusi Rp 50 juta/tahun dibayar sekaligus selama 10 tahun dan biaya operasioal gereja berkisar Rp 2,5 juta sampai Rp 5 juta/bulan juga dibayar sekaligus 10 tahun.

"Kami juga menampung tenaga kerja. Setiap gereja mendapat jatah tiga orang bekerja di perusahaan ini. Jemaat selama ini hanya bisa beli pulsa, perusahaan kami akan berbagi,"kata Yamanatona. (laporan reporter pos-kupang.com, eginius mo'a)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved