Meina dan Donny, Dua PPK Kementerian PUPR Divonis 4 Tahun Penjara, Ini yang Memberatkan

Dua PPK Kementerian PUPR Meina Woro Kustinah dan Donny Sofyan Arifin, divonis 4 tahun Penjara, ini yang Memberatkan

Meina dan Donny, Dua PPK Kementerian PUPR Divonis 4 Tahun Penjara, Ini yang Memberatkan
KOMPAS.com/DYLAN APRIALDO RACHMAN
Sidang vonis empat terdakwa kasus sistem penyediaan air minum (SPAM) Kementerian PUPR di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (7/8/2019). 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Dua PPK Kementerian PUPR Meina Woro Kustinah dan Donny Sofyan Arifin, divonis 4 tahun Penjara, ini yang Memberatkan.

Pejabat pembuat komitmen ( PPK) pada Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Meina Woro Kustinah dan Donny Sofyan Arifin, divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (7/8/2019).

Keduanya dijatuhi hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 2 bulan kurungan. Vonis terhadap Meina dibacakan oleh hakim Frangki Tambuwun.

Tengah Malam, KPK OTT 11 Pejabat Negara di Jakarta, Ada Orang Kepercayaan Anggota DPR RI

Sementara vonis terhadap Donny dibacakan oleh hakim Emilia Djaja Subagia. "Mengadili, menyatakan terdakwa Meina Woro Kustinah telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara berlanjut," kata hakim Frangki saat membacakan amar putusan terhadap Meina.

Sementara, hakim Emilia membacakan putusan yang sejenis terhadap Donny setelah putusan Meina dibacakan.

Vonis ini lebih rendah dari tuntutan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK), yaitu 5 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan.

Sekjen PPP Arsul Sani Bocorkan Presiden Jokowi Sudah Sampaikan soal Jatah Menteri

Menurut majelis hakim, hal yang memberatkan Meina adalah perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi dan perbuatan terdakwa dapat merusak kualitas proyek pemerintah.

Hal yang meringankan Meina adalah bersikap sopan di persidangan, mengakui kesalahannya dan berterus terang, terdakwa telah menyerahkan sebagian uang yang diterimanya dan terdakwa belum pernah dihukum.

Sementara, hal yang memberatkan Donny, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi.

Adapun hal yang meringankan Donny, terdakwa berlaku sopan di persidangan, terdakwa mengakui kesalahannya dan berterus terang, terdakwa telah menyerahkan uang yang diterimanya kepada KPK.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved