Maumere Corruption Watch Sambangi Kejari Tanya Tunjangan Perumahan dan Transportasi DPRD

Maumere Corruption Watch Sambangi Kejari Tanya Tunjangan Perumahan dan Transportasi DPRD Sikka

Maumere Corruption Watch Sambangi Kejari Tanya Tunjangan Perumahan dan Transportasi DPRD
POS-KUPANG.COM/Eginius Mo'a
Kepala Kejaksaan Negeri Maumere, Azman Tanjung, S.H (kanan) dan Kepala Seksi Intelijen, Cornelis S.Oematan, S.H, (kiri), Kamis (8/8/2019) melakukan dialog dengan aktivis Forum Maumere Corruption Watch di Aula Kejaksaan Negeri, Maumere, Pulau Flores. 

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Pegiat Forum Maumere Corruption Watch (MCW), Kamis (8/8/2019) siang melakukan aksi damai ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Maumere di Pulau Flores. Kedatangan mereka menanyakan penyelidikan laporan Tunjangan Perumahan dan Transportasi  bagi anggota DPRD Sikka.

Ketua Forum MCW, Mardianus da Gomez, minta Kejari Maumere, untuk proaktif menyampaikan kepada Kejaksaan Agung bahwa telah ada desakan warga agar dugaan penyelewengan tunjangan transportasi segera ditetapkan tersangkanya.

Diminta Jokowi agar DKI Beri Insentif Pengguna Mobil Listrik, Begini Tanggapan Anies

"Kami harapkan apresiasi kami hari ini disampaikan kepada Kejaksaan Agung," kata Mardianus da Gomez, ketika dialog dengan Kepala Kejaksaan Negeri Maumere, Azman Tanjung, S.H.

Azman Tanjung, mengatakan penyelidikan dugaan penyelewenangan tunjangan transportasi dan perumahan bagi anggota DPRD Sikka ditangani Kejaksaan Agung.

"Materinya (kasus) ditangani atasan kami Kejaksaan Agung. Saya tidak bisa jawab," kata Azman Tanjung, didampingi Kepala Seksi Intelijen, Cornelis S.Oematan, S.H, dan Kepala Seksi Pidana Khusus, Yermias Pena, S.H.

Ini Nih Handphone Oppo yang Kameranya Bikin Kamu Makin Kece

Azman Tanjung, mengatakan keterlibatan Kejari Maumere menunggu perintah atasan. Sedangkan materi penyelidikan sama sekali bukan kewenangan Kejari Maumere.

"Kejari Maumere pernah terlibat mengantarkan undangan kepada bupati, mantan bupati, mantan pimpinan DPRD dan pimpinan DPRD Sikka ini," kata Azman Tanjung.

Ia menambahkan, sebelum menerima perwakilan aksi damai melakukan dialog, ia telah menyampaikan secara lisan kepada Kejaksaan Tinggi NTT dan Kejaksaan Agung RI. Ia enggan bila atasan tahu lebih dahulu dari media sosial dan media online.

"Media online sangat cepat, kami sudah sampaikan secara lisan. Laporan tertulis akan menyusul," kata Azman Tanjung. (laporan reporter pos-kupang.com, eginius mo'a)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved