BBPP Kupang Tumbuhkan Jiwa Korsa dalam Kebersamaan

Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang Dalam Apel Pagi menyampaikan bahwa perlu menumbuhkan semangat dan jiwa korsa kepada seluruh pegawai BBP

BBPP Kupang Tumbuhkan Jiwa Korsa dalam Kebersamaan
BBPP Kupang
Apel di BBPP Kupang 

POS KUPANG.COM, KUPANG -Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang Dalam Apel Pagi menyampaikan bahwa perlu menumbuhkan semangat dan jiwa korsa kepada seluruh pegawai BBPP Kupang untuk meningkatkan Komitmen, Keteladanan, Profesionalisme, integritas dan Disiplin.

Jiwa korsa dapat diartikan sebagai rasa hormat, kesetiaan, kesadaran, dan semangat kebersamaan terhadap sesuatu, yang sering ditujukan kepada negara, korps, atau perkumpulan. Jiwa korsa ini juga dapat diartikan rasa senasib sepenanggungan, perasaan solidaritas, semangat persatuan dan kesatuan terhadap suatu lembaga/korps sehingga faktor-faktor jiwa korsa ini meliputi rasa hormat, kesetiaan, kesadaran, dan tidak mementingkan diri sendiri maupun golongan

Dalam jiwa korsa terkandung inisiatif, tanggung jawab, loyalitas, dan dedikasi untuk suatu hal yang mulia, seperti halnya dalam mempertahankan negara, prinsip yang benar, maupun hal-hal lain yang bersifat kebajikan dan kebaikan menolong dengan tetap mengedepankan rasa kebersamaandan kewajaran, serta tidak menjurus ke chauvinisme atau fanatisme berlebihan terhadap sesuatu sehingga tidak bisa membedakan baik-buruk tapi harus melihat sisi kebersamaan demi kebaikan.

Mengutip dan mengacu pada Staplekamps jr. Le luit derat dalam tulisan berjudul corps geest (demilitaire spectator, 1952) mengemukakan bahwa pengertian jiwa korsa terdiri dari faktor – faktor :

1. Rasa hormat, rasa hormat pribadi dan rasa hormat pada organisasi/korps.
2. Setia. setia kepada sumpah, janji dan tradisi kesatuan serta kawan – kawan satu korps.
3. Kesadaran. Terutama kesadaran bersama, bangga untuk menjadi anggota korps.

Dalam arahannya kepla balai drh. Bambang haryanto mengatakan “ PNS atau aparatur Abdi Negara haruslah profesional sekaligus taat hukum, netral, rasional, demokratik, inovatif, mandiri, memiliki integritas yang tinggi serta menjunjung tinggi etika administrasi publik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat”
Peningkatan profesionalisme aparatur harus ditunjang dengan integritas yang tinggi, dengan mengupayakan terlembagakannya karakteristik sebagai berikut:

a. mempunyai komitmen yang tinggi terhadap perjuangan mencapai cita-cita dan tujuan bernegara,
b. memiliki kompetensi yang dipersyaratkan dalam mengemban tugas pengelolaan pelayanan dan kebijakan publik,

c. berkemampuan melaksanakan tugas dengan terampil, kreatif dan inovatif,
d. taat asas, dan disiplin dalam bekerja berdasarkan sifat dan etika profesional,
e. memiliiki daya tanggap dan sikap bertanggung gugat (akuntabilitas),
f. memiliki jati diri sebagai abdi negara dan abdi masyarakat, serta bangga terhadap profesinya sebagai pegawai negeri,

g. memiliki derajat otonomi yang penuh rasa tanggung jawab dalam membuat dan melaksanakan berbagai keputusan sesuai kewenangan, dan,

h. memaksimalkan efisiensi, kualitas, dan produktivitas.
Selain itu perlu pula diperhatikan reward system yang kondusi baik dalam bentuk gaji maupun perkembangan karier yang didasarkan atas sistem merit; serta finalty system yang bersifat preventif dan repressif. Mengantisipasi tantangan global, pembinaan sumber daya manusia aparatur negara juga perlu mengacu pada standar kompetensi. (*)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved