ASN Kota Kupang Menari Foti dan Padoa Rebut Piala Wali Kota Kupang

Foti memiliki pola gerakan yang bersemangat sedangkan Padoa menekankan nilai kebersamaan.

ASN Kota Kupang Menari Foti dan Padoa Rebut Piala Wali Kota Kupang
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI.
Para peserta lomba menari Foti di Lantai I Kantor Wali Kota Kupang, Rabu (7/8/2019). 

ASN Kota Kupang Menari Foti dan Padoa Rebut Piala Wali Kota Kupang

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Aparatur Sipil Negara (ASN) perwakilan dari masing-masing organisasi perangkat daerah lingkup Pemerintah Kota Kupang mengikuti lomba menari Foti dan Padoa memperebutkan piala bergilir Wali Kota Kupang.

Foti dan Padoa merupakan tarian tradisional Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Foti berasal dari Kabupaten Rote Ndao sedangkan Padoa berasal dari Kabupaten Sabu Raijua.

Lomba dilaksanakan selama dua hari. (7/8 /2019) Foti dan (8/8/2019) Padoa, bertempat di lantai 1 Kantor Wali Kota Kupang.

Lomba menari Foti dan Padoa ini merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan menyongsong perayan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus.

Wakil Wali Kota Kupang, Hemanus Man saat membuka lomba, menegaskan, lomba menari tarian tradisional tersebut merupakan salah satu upaya melestarikan seni budaya tarian tradisional NTT yang kian waktu semakin sedikit peminat.

Ia menyebut, pilar pariwisata di Kota Kupang selain sumber daya alam yaitu budaya. "Tari-tarian merupakan bentuk budaya tradisional yang ada, harmonisasi antara musik dan gerak juga didukung elemen busana khas budaya tradisional," ungkapnya.

Menurutnya, tahun depan, lomba Foti dan Padoa bukan hanya untuk Aparatur Sipil Negara tetapi perlombaan antar kelurahan bagi semua masyarakat Kota Kupang, karena elemen-elemen etnis dan budaya ada pada masyarakat.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kota Kupang, Drs. Matheus Eustakhius, dalam laporannya menyampaikan lomba Padoa dan Foti bertujuan menciptakan kecintaan kita kepada nusa dan bangsa dan bergembira merayakan kemerdekaan Republik Indonesia.

Ia berharap peserta lomba tampil maksimal menampilkan tarian tradisional yang mencakup nilai seni, keindahan, keseragaman dan semangat kebersamaan.

Menurutnya, tarian Foti dan Padoa memiliki karakter dan nilai yang berbeda. Foti memiliki pola gerakan yang bersemangat sedangkan Padoa menekankan nilai kebersamaan.

Paula Verhoeven Sempat Alami Perasaan Sebal Lihat Muka Baim Wong Suami Putus Asa Cari Buah Ngidam

Kisah Cinta Soekarno Punya 9 Istri Nikahi Ibu Kos Hingga Tak Menyentuh Istri Pertama Sama Sekali

Netizen Baper Lihat Cara Reino Barrack Elus Perut Istrinya Sharini Saat Hamil

Hasil pelaksanaan lomba Foti sebagai berikut, Juara I Simon Salean, dari Bagian Humas dan Informasi Setda Kota Kupang, Juara II Ismanto Beis dari Dinas Perhubungan Kota Kupang, Juara III Dominggus Pah dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Juara IV Maxi Bengkiuk dari Sekretariat DPRD Kota Kupang, Juara V Barnabas Horo dari Sekretariat DPRD Kota Kupang, serta Juara VI Erian Dama Ledo dari Sekretariat DPRD Kota Kupang.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved