Menuju Kota Tangguh Bencana, Visi Misi Pemkot Kupang Belum Prioritaskan Aspek PRB

padahal Kupang merupakan salah satu kota di NTT dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi.

Menuju Kota Tangguh Bencana, Visi Misi Pemkot Kupang Belum Prioritaskan Aspek PRB
POS KUPANG/RYAN NONG
Ketua DPD IMM NTT Fathur Dopong 

Menuju Kota Tangguh Bencana, Visi Misi Pemkot Kupang Belum Prioritaskan Aspek PRB

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Visi dan misi Perintah Kota (Pemkot) Kupang diakui belum memberikan prioritas pada pelaksanaan penanggulangan resiko bencana (PRB), padahal Kupang merupakan salah satu kota di NTT dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi. 

Hal tersebut terungkap dalam presentasi Gambaran Kota Kupang menjadi Kota Tangguh Bencana oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang dalam Lokakarya Ujicoba Indikator Kota Tangguh Bencana & Perubahan Iklim yang dilaksanakan di Hotel Aston Kupang pada Senin hingga Selasa (5-6/8/2019).

Untuk mendapatkan gambaran terkini kondisi Kota Kupang menuju Kota Tangguh, Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang A.D.E. Manafe, S.IP., M.Si, mempresentasikan kondisi kota Kupang dan jenis ancamannya, hasil kajian risiko bencana, upaya pengurangan risiko bencana, dan tujuh parameter penurunan indek risiko bencana 2015-2019. 

"Kendala yang dihadapi yaitu visi-misi kepala daerah belum memprioritaskan aspek pengurangan risiko bencana yang berdampak pada perencanaan program kegiatan OPD yang juga tidak memprioritaskan PRB," ungkap Manafe.

Selain kendala tersebut, ia juga menyebut kendala lain yang terdiri dari dana dan anggaran yang belum memadai, koordinasi lintas sektor belum optimal, keterlibatan masyarakat, LSM/NGO, dan akademisi masih rendah, dan belum adanya keterlibatan dunia usaha. 

Sedangkan untuk rekomendasi umum, pihak BPBD menyampaikan kebutuhan regulasi dari pusat ke daerah yang mengharuskan perumusan RPJMD berbasis pengurangan risiko bencana sehingga kemudian dapat diterjemahkan dalam perencanaan OPD terkait.

Konsultan Unit Partners for Resilience – PfR Yayasan Karina Chasan Ascholani menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari diskusi bersama Bappenas, BNPB, Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan dengan unit Partners for Resilience-PfR Yayasan KARINA untuk mengidentifikasi Indikator Kota Tangguh Bencana & Perubahan Iklim. 

Ia menjelaskan bahwa penilaian capaian ketangguhan kota/kabupaten tergantung pada ketersediaan data, maka perlu dilakukan ujicoba di tingkat kota/kabupaten. 

Kegiatan ujicoba dilaksanakan di Kota Kupang pada 5-6 Agustus 2019 dan Kabupaten Sikka pada 25-26 Juni 2019 sebagai representasi perwakilan wilayah Indonesia bagian timur untuk kota dan kabupaten. 

Sebagai hasil kegiatan dari lokakarya tersebut, katanya, peserta menyepakati draf kerangka rumusan indikator kota tangguh terdiri dari 5 sistem yaitu sosial, ekonomi, lingkungan hidup, infrastruktur, dan tata kelola.  

Lokakarya yang dibuka oleh Wakil Walikota Kota Kupang dr Hermanu Man itu jelasnya dilaksanakan dengan tujuan untuk merumuskan indikator kota tangguh bencana dan perubahan iklim pada sistem sosial, ekonomi, infrastruktur, lingkungan hidup, dan tata kelola, serta indikatornya. 

Kegiatan lokakarya terselenggara atas kerjasama Yayasan Karina Unit Partners for Resilience dengan Pemerintah Kota Kupang. 

Luna Maya Faisal Nasimuddin Resmi Pacaran? Perhatikan 2 Tanda Ini Buktinya Nasib Ariel NOAH?

Ketua P2TP2A : Nagekeo Belum Miliki Rumah Aman

Ribuan Mahasiswa dan Dosen Unipa Maumere Turun ke Jalan, Ada Apa?

Kegiatan ini dihadiri oleh  OPD yang terdiri dari BPBD, Dinas Kesehatan, Badan Pusat Statistik, Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak, Dinas Sosial, Dinas Pertanian, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Dan Menengah, Dinas Perindustrian Dan Perdagangan, Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman.

Selain itu juga dihadiri oleh organisasi non pemerintah (Palang Merah Indonesia, LSM CIS Timor, CARE International, Forum Pengurangan Risiko Bencana Kelurahan TDM & Kelurahan Oesapa), Baznas, Sinode GMIT, Komisi PSE Keuskupan Agung Kupang,  Lemlit Universitas Katolik Widya Mandira, dan media. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong )

Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved