Lahan Garapan Musim Tanam II di Belu Berkurang, Simak Beritanya

-Rata-rata luas lahan pertanian sawah yang digarap pada Musim Tanam (MT) ke II di Kabupaten Belu berkurang jika dibandingkan dengan luas lah

Lahan Garapan Musim Tanam II di Belu Berkurang, Simak Beritanya
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
TANAM---Para petani di Desa Tohe menanam padi sawah varietas Inpari 6, Selasa (7/8/2019). 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas

POS KUPANG. COM| ATAMBUA---Rata-rata luas lahan pertanian sawah yang digarap pada Musim Tanam (MT) ke II di Kabupaten Belu berkurang jika dibandingkan dengan luas lahan MT I. Kondisi ini disebabkan pasokan air irigasi terbatas saat musim kemarau.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Belu, Gerardus Mbulu kepada Pos Kupang. Com, Selasa (7/8/2019). Dikatakannya, pada musim tanam ke II, rata-rata luas lahan sawah di beberapa wilayah di Kabupaten Belu berkurang karena ketersedian air tidak cukup.

Menurut Gerardus, dari 1.000 lebih hektare lahan sawah di Kabupaten Belu, tidak semuanya digarap pada musim tanam ke II akibat kekurangan air. Sedangkan pada musim hujan semuanya digarap. Sampai dengan awal Agustus, sudah 158 hektare sawah yang sudah ditanam sedangkan yang lain masih mengolah lahan.

Khusus di Desa Tohe, luasan lahan sawah mencapai 375 hektare namun yang digarap pada musim tanam ke II hanya 175 hektare. Petani di desa ini memanfaatkan lahan sawah yang tidak ditanam padi itu dengan menanam kacang.

Pelatih Persela Lamongan Nil Maizar Waspada Tim Robert Alberts Persib Bandung usai Kalah 3 Kali

Menurut Gerardus, perhatian pemerintah selama ini sangat besar di bidang pertanian baik pertanian lahan basah maupun lahan kering. Untuk meningkatkan luasan lahan garapan, pemerintah membangun saluran origasi agar distribusi air bisa lancar. Ada juga perhatian pemerintah pusat membangun origasi baru seperti yang ada di bendungan Rotiklot.

BREAKING NEWS, Kasus Pembunuhan Terjadi Di Noa, Desa Golo Ndoal Manggarai Barat

Selain memperhatikan di infrastruktur pertanian, pemerintah juga memberi perhatian lewat bantuan-bantuan baik bantuan alat pertanian, benih, pupuk maupun obat-obatan. Bantuan disalurkan lewat kelompok tani. Saat ini sudah 1.004 kelompok tani.

Diharapkan kepada kelompok tani agar setiap kali membutuhkan bantuan bisa membuat proposal untuk diajukan kepada pemerintah. Karena biasanya bantuan diberikan berdasarkan usulan dari tingkat kelompok tani.

Bupati Belu, Willybrodus Lay saat di tanya Pos Kupang.Com mengatakan, pemerintah selalu memberikan perhatian buat petani di Kabupaten Belu. Bentuk perhatian pemerintah itu bermacam-macam termasuk mendatangi para petani untuk melihat dan mendengar keluhan serta aspirasi dari petani.

Bupati Willy Lay merasa gembira karena di Musim kemarau seperti saat ini masih ada petani yang melakukan panen hasil usahanya seperti yang dilakukan petani cabai di Desa Tohe. (jen).

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved