Anggota TNI Ditangkap karena Jual Amunisi ke OPM, Ini Kronologinya

Oknum Anggota TNI ditangkap karena jual amunisi ke OPM, ini kronologinya

Anggota TNI Ditangkap karena Jual Amunisi ke OPM, Ini Kronologinya
KOMPAS.com/Dok Istimewa
Pratu DAT, tersangka penjual amunisi ke KKB di Kabupaten Mimika, Papua, tiba di Bandara Sentani Jayapura setelah pada 4 Agustus 2019 tertangkap di Sorong, Papua Barat (6/08/2019) 

Oknum Anggota TNI ditangkap karena jual amunisi ke OPM, ini kronologinya

POS-KUPANG.COM | JAYAPURA - Oknum prajurit TNI AD Pratu DAT anggota Kodim 1710/Mimika, menjadi tersangka penjualan amunisi ke kelompok kriminal bersenjata (KKB) OPM.

DAT kini telah ditahan di Pomdam XVII/Cenderawasih, Jayapura. Proses penangkapan tersangka DAT dimulai sejak pukul 02.15 WIT.

Lumpuhkan Satpam, Prampok yang Beraksi di Siang Bolong Gasak Koin Emas Senilai Rp 28 Miliar

Saat itu, tim Gabungan melaksanakan pengendapan dan pengintaian terhadap DAT di sebuah rumah Jalan Jenderal A Yani KM 8 Melati Raya Kompleks, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong.

Setelah menerima informasi dari sumber tertutup, pukul 08.02 WIT, DAT ditangkap ketika sedang mengikuti acara kedukaan.

Dari hasil pemeriksaan sementara yang dilakukan di Makodim 1802/Sorong, diperoleh keterangan bahwa DAT pada 24 Juli 2019 menggunakan kapal perintis dari Kabupaten Mimika menuju Kabupaten Dobo dan selanjutnya menginap selama 2 hari di Kompleks Kerangpante.

Menyedihkan Kondisi Tubuh Bocah Korban Luka Bakar Akibat Kekejian Ayahnya

Kemudian, pada 29 Juli 2019, Pratu DAT menggunakan KM Tidar dari Dobo menuju ke Kota Sorong dan tiba pada 1 Agustus 2019.

Selama berada di Sorong, DAT menginap di beberapa tempat secara berpindah-pindah. Ia menginap selama 1 malam di Arteri, kemudian pukul 23.00 WIT berpindah ke rumah rekannya Neken, sampai akhirnya Pratu DAT ditangkap dan diamankan pada pukul 08.02 WIT.

"Pratu DAT yang merupakan salah satu DPO, karena terindikasi keterlibatannya dalam jual beli amunisi," ujar Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol CPL Eko Daryanto, melalui rilis, Selasa (6/8/2019).

Komandan Sub Detasemen Polisi Militer (Dansubdenpom) XVII Cenderawasih, Ltt CPM Mukmin menyebut, Pratu DAT bersama dua rekannya, Pratu O dan Pratu M, terancam hukuman pemecetan, lantaran melakukan tindakan menjual amunisi kepada KKB.

"Tidak ada ampun, mereka akan ditindak secara militer dan akan dilakukan pemecatan," kata dia. (Kompas.com/David Oliver Purba)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini Kronologi Penangkapan Anggota TNI yang Jual Amunisi ke OPM",

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved