Breaking News:

Human Trafficking

Seruan Perubahan dari Pertemuan Pastoral Para Uskup Regio Nusa Tenggara tentang Migran Perantau

Pertemuan Pastoral (Perpas) yang terlaksana di Keuskupan Atambua, 22-27 Juli 2019 lalu, berakhir dengan rekomendasi pastoral yang kontekstual.

Editor: Agustinus Sape
Facebook/dinas transnakerende
Para uskup peserta pertemuan pastoral Regio Nusa Tenggara disambut di pelataran Gereja Katedral Atambua, 22 Juli 2019. 

Bahkan persoalan adat yang mengekang.

Inilah cikal-bakal bermigrasi yang perlu ditanggapi secara serius.

Kehadiran Gereja dalam seruan pastoral menjadi titik mula pembenahan internal.

Rekomendasi para Uskup Regio Nusra seakan memberi oesa untuk menemukan pola hidup berdimensi evangelis.

Ordinaris wilayah lokal melihat gejala migrasi sudah ada di muka bumi sejak adanya manusia.

Secara positif migrasi memberikan lapangan kerja, dana untuk kesejahteraan keluarga, pengembangan pengetahuan dan teknologi,  kesempatan untuk melihat daerah lain dan menjadi rasul awam di tempat perantauan.

Ada juga sisi negatif yang perlu dibenahi. Terungkap pula kisah pilu dari migrasi seperti kasus perdagangan manusia, rusaknya relasi perkawinan dan hidup berkeluarga, terbengkelainya pendidikan anak-anak, hilangnya tenaga kerja produktif di daerah asal, pengalaman traumatik akibat kekerasan, perasaan tidak nyaman akibat dikejar-kejar oleh pihak keamanan.

Solusi pastoral migran perantau dilihat Gereja sebagai langkah preventif sekaligus kuratif. Peningkatan pendidikan, menggalakkan keterampilan ekonomi dan mendorong semangat ugahari dan hidup hemat.

Juga dorongan yang kuat kepada pemerintah untuk membuat Peraturan Daerah (Perda) tentang ketenagakerjaan yang berkaitan dengan migran dan perantau.

Mensosialisasikan dan mengawasi pelakasanaannya. Memperluas lapangan kerja dengan mempermudah serta memperlancar izin usaha.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved