Dumul Sebut Penambahan Rombel SMPN 2 Kota Kupang Sudah Disampaikan ke Pusat

Dumul Sebut Penambahan Rombel SMPN 2 Kota Kupang Sudah Disampaikan ke Pusat

Dumul Sebut Penambahan Rombel SMPN 2 Kota Kupang Sudah Disampaikan ke Pusat
POS-KUPANG.COM/Laus Markus Goti
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Kupang Drs. Dimulaihi Djami, MS.i didampingi Kepala Bidang Pembinaan dan Pendidikan Dasar Oktovianus Naitboho, SPd, MSi dan Jhon Fora SP. d Kepala Seksi Peserta Didik Bidang Dikdas dalam Jumpa Pers di Kantor Dinas Pendidikan Kota Kupang, Senin (5/8/2019). 

Dumul Sebut Penambahan Rombel SMPN 2 Kota Kupang Sudah Disampaikan ke Pusat

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Kupang, Drs. Dumulaihi Djami, M. Si menyebut penambahan rombongan belajar di SMP N 2 Kota Kupang sudah dikomukasikan ke pusat dan disetujui.

Rombongan belajar SMPN 2 Kota Kupang berdasarkan petunjuk teknis Dapodik Dinas Pendidikan Kota Kupang ditetapkan 11 Rombel ditambah tiga Rombel sehingga menjadi 14 Rombel.

Jelang Pilkada Manggarai Barat, PDIP Akan Buka Pendaftaran Bakal Calon Bupati

Hal itu disampaikan oleh Dumuali saat diwawancarai POS-KUPANG.COM, di ruang kerja, Senin (5/8/2019) di ruang kerjanya.

"Kita sudah komunikasikan ke pusat terkait penambahan rombongan belajar dan disetujui. Kalau tidak disetujui, kita tidak berani untuk tambah," ungkapnya.

Menurutnya, penambahan Rombel tersebut, didasarkan pada kebutuhan masyarakat yang dilaporkan oleh pihak sekolah. "Jadi kita tambah tiga Rombel dan harus disetujui oleh Pusat," ungkapnya.

IKA FH Minta Tim Pengacara Fokus Tangani Perkara Kasus Tanah Undana Kupang

Menanggapi penambahan Rombel SMP N 2 Kota Kupang tersebut, Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Kupang, Yuvensius Tukung menyebut Komisi IV DPRD Kota Kupang merasa ditipu oleh Dinas Pendidikan Kota Kupang.

Pasalnya, Dinas Pendidikan bersikukuh tidak akan menambahkan Rombel atau tetap konsisten pada Juknis, bahwa SMP hanya mengakomodir siswa-siswi dalam 11 Rombel dengan jumlah siswa setiap Rombel maksimal 32 siswa.

"Kita sempat dapat surat dari masyarakat, bagaimana solusi para siswa-siswi yang tidak diterima SMP N 2 Kota Kupang.

"Lalu kami bangun komunikasi dengan Dinas Pendidikan dan mereka tetap teguh tidak bisa tambah Rombel, harus sesuai dengan Juknis," ungkap Yuven.

Faktanya, kata Yuven, ketika Komisi IV DPRD Kota Kupang melakukan pemantauan di SMP N 2 Kota Kupang ditemukan ada penambahan tiga Rombel. Jadi Rombelnya menjadi 14 Rombel.

"Ini aneh, sudah bersikukuh tidak mau tambah, eh tau-tau tambah tanpa ada komunikasi. Kalau mau tambah yah transparan, sampaikan ke DPRD dan masyarakat," tegas Yuven.

Yuven menyebut, lepas dari alasan bahwa penambahan Rombel dimaksud untuk menjawab kebutuhan masyarakat tapi ada proses yang tersembunyi dalam proses penambahan Rombel tersebut.

"Kenapa tidak transparan saja. Kalau DPR sudah ditipu artinya masyarakat Kota Kupang juga sudah ditipu, kan DPR perwakilan rakyat," tegasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved