Rocky Gerung : Koalisi Terjadi Jika Indonesia Miliki Musuh Bersama Dari Luar

Akademisi Rocky Gerung menilai perdebatan partai politik terkait eksistensi koalisi dan oposisi di pemerintahan ke depan, tidak tepat.

Warta Kota/henry lopulalan
Pengamat politik Rocky Gerung usai memenuhi panggilan kepolisian di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (4/12/2018). Rocky Gerung menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait berita bohong penganiayaan Ratna Sarumpaet. Warta Kota/henry lopulalan 

Rocky Gerung juga meminta kepada pemerintahan ke depan, untuk justru memelihara keberadaan kubu oposisi.

"Kita mesti ingatkan bahwa ketika kita memilih demokrasi, maka saat kekuasaan dimulai, saat itu juga oposisi bekerja. Itu hal yang biasa," ulasnya.

"Nah, sekarang ada semacam kepanikan, ada kekuasaan itu tidak didukung sepenuhnya akan berbahaya."

"Artinya apa? Biarkan seluruh perbedaan itu tumbuh. Dan itu yang dikelola oleh pemerintah. Itu poinnya," beber Rocky Gerung.

Sebelumnya Wartakotalive memberitakan, setelah Jokowi-Maruf Amin ditetapkan sebagai presiden dan wakil presiden terpilih, beberapa partai politik yang sebelumnya berada di kubu oposisi, mulai bermanuver merapat ke kubu pemerintahan.

Sebut saja PAN, Partai Gerindra, dan Partai Demokrat yang sudah tebar pesona kepada Jokowi-Maruf Amin.

Menanggapi hal itu, akademisi Rocky Gerung menyebut dewasa ini, para elite politik di Indonesia sebagian besar masih merasa kedudukan oposisi di bawah derajat kubu pemerintahan.

Padahal, menurutnya, di luar negeri kedudukan oposisi setara Perdana Menteri.

"Itu masalahnya, karena orang merasa beroposisi itu nomor dua," ujarnya, seusai diskusi bertajuk 'Oposisi Tugas Suci Amanat Rakyat 2019', di Padepokan Pencak Silat, Jakarta Timur, Jumat (2/8/2019).

"Padahal, oposisi itu setara dengan perdana menteri kalau di luar negeri," sambung Rocky Gerung.

Halaman
1234
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved