Panitia Tinju Maumere Ngotot Pinjam Rp 100 Juta Uang Pertina Sikka

Namun ia tegas menolak permintaan pinjam dana pembinaan Rp 100 juta milik Pengcab Pertina.

Panitia  Tinju  Maumere  Ngotot Pinjam Rp 100  Juta  Uang Pertina   Sikka
KOMPAS/HERU SRI KUMORO
Ilustrasi rupiah 

Panitia  Tinju  Maumere  Ngotot Pinjam Rp 100  Juta  Uang Pertina   Sikka

POS-KUPANG.COM| MAUMERE--Ketua  Pengcab Pertina Kabupaten  Sikka,  Heni Doing  mengaku  kecewa dengan penyelenggara  turnamen    Tinju  NTT Big  Fight 2  di  Gelora  Samador  Maumere, Sabtu    (4/8/2019) malam.   Penyelenggara  disebut tidak  memiliki  anggaran   menyelenggarakan  turnamen ini.

Heni menyambut baik  penyelenggara   yang datang bertemu   rumahnya.  Ia  beranggapan, turnamen ini  bisa menjadi  ajang  ujicoba  petinju  binaan Pengcab Petina   Sikka.  Namun  ia  tegas  menolak permintaan  pinjam dana  pembinaan  Rp 100  juta milik Pengcab Pertina.

“Mereka  sampaikan selenggarakan turnamen tinju  amatir dan profesional di Maumere dan minta  kesediaan petinju amatir   Sikka tampil dalam  eksibisi. Saya  juga  senang,   tapi  mereka  juga minta  pinjaman  dana  Pertina  Rp 100  juta, “ kata  Heni  dihubungi  Minggu (4/8/2019).

Heni berada  di jakarta   tidak  menyaksikan pertandingan  tinju Sabtu  malam.    Ia  sangat kecewa penyelenggaraan  tidak seperti  yang dijanjikan  oleh   panitia.

Kepada  penyelenggara  saat itu,   lanjut  Heni,  dana  Rp 100  juta untuk  pembeli  ring  tinju dan perlengkapan lain.  Ia  menegaskan  tidak  bisa  memberikan dana  itu.

“Padahal  mereka sudah  lakukan pendekatan dengan  sekretaris dan kemana-mana  supaya pakai  dulu  uang Pertina. Saya katakan, ini  uang publik,  tidak  bisa.  Ini  uang untuk beli ring  tinju dan perlengkapan  lainnya,” tegas  Ketua  Fraksi  Partai   Demokrat  DPRD  Sikka ini.

 Heni  menambahkan, para  petinju  amatir  yang tampil di pertandingan  ini dibiayai  oleh Pertina  Sikka.  Laga ini bisa dimanfaatkan untuk  menguji   kemampuan  mereka.  

Seperti diberitakan, ratusan  penonton warga  Kota Maumere, Pulau  Flores, Sabtu   (3/8/2019)  malam ditipu  penyelenggara NTT Big Fight 2 di Gelora Samador da Cunha Maumere.

Penyelenggara menjanjikan 24 partai amatir  dan internasional,  ternyata hanya  menggelar  dua partai amatir. Kejadian  itu memicu  keributan hebat para  penonton mengejar  penyelenggara.

Ring tinju yang sepi  dalam pertandingan tinju amatir  dan profesional,  Sabtu  (3/8/2019)  malam di  Gelora  Samador, Kota Maumere, Pulau  Flores.
Ring tinju yang sepi dalam pertandingan tinju amatir dan profesional, Sabtu (3/8/2019) malam di Gelora Samador, Kota Maumere, Pulau Flores. (POS-KUPANG.COM/Eginius Mo'a)

Promotor Ring  Arena  Promotion, Petrick Juang Rebong,  dan  Ketua   Ring Arena  NTT,Toni Kolin diduga   kabur  dari   arena  pertandingan.  Penonton  mencari  ke Hotel Lokaria Indah, namun resepsionis hotel mengatakan  tak ada  nama  kedua  orang  itu   yang menginap  di sana.  Mereka  mencari ke  Nara Room, juga  tidak  menemukanya di sana.

Aksi  spontan  penonton melempiaskan kekecewaan  mereka   terhadap penyelenggaraan  yang jauh   dari kesan profesional.   Penonton  menuntut penyelenggara mengembalikan uang tiket  Rp 15.000.

Dua   pertandingan amatir  yang disungguhkan  semalam yakni  kelas 44 Kg  dan  46  Kg   putra.  Panitia sempat   menyiapkan kelas 49 Kg putri,  ternyata pengeras suara dimatikan dan listrik pun padam.

Padahal sebelum   turnamen dilakukan, panitia penyelenggara gencar  melakukan promosi  menyajika  12 partai amatir dan  6 partai profesional dan internasional.

Sikap Mesra Nagita pada Iqbaal Ramadhan Bikin Raffi Ungkit-ungkit Hubungannya dengan Yuni Shara!

Setelah di Texas, Penembakan Massal Kembali Terjadi di AS, 9 Orang Tewas, Begini Nasib Pelaku

Terpisah 1 Jam, Iriana Umumkan Kehilangan Jokowi di Istana Bogor, Begini Reaksi Para Menteri

Bupati Sikka, Fransiskus  Roberto Diogod dijadwalkan menlakukan pada partai eksibisi melawan Daud Yordan. Partai utama kualifikasi WBC mempertemukan Yansen Hebi Marapu, asal asal  Sumba  melawan Vachayan Khamon dari Thailand. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eginius  Mo’a).

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved