Kadis Pariwisata : Festival Kelimutu Bukan Sekedar Serimonial, Ini Pesannya

Festival Kelimutu tahun 2019 bukan sekedar serimonial namun memiliki pesan-pesan penting terkait dengan pariwisata di Kabupaten Ende.

Kadis Pariwisata : Festival Kelimutu Bukan Sekedar Serimonial, Ini Pesannya
POS-KUPANG.COM/ Romualdus Pius
Kadis Pariwisata Ende,Hiparkus Hepi. 

Kadis Pariwisata : Festival Kelimutu Bukan Sekedar Serimonial, Ini Pesannya

POS-KUPANG.COM|ENDE--Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Kabupaten Ende, Hiparkus Hepi mengatakan bahwa pelaksanaan Festival Kelimutu tahun 2019 bukan sekedar serimonial namun memiliki pesan-pesan penting terkait dengan pariwisata di Kabupaten Ende.

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ende, Hiparkus Hepi menjawab Pos Kupang di Ende, Minggu (4/8/2019) ketika dikonfirmasi mengenai pelaksanaan Festival Kelimutu.

Hiparkus mengatakan bahwa pada tahun ini mulai 8 Agustus 2019, Pemda Ende kembali menggelar Festival Kelimutu untuk yang keenam kalinya sejak dilakukan pertama kalinya pada 2014 dan pucaknya pada 14 Agustus 2019.

Hiparkus mengatakan pelaksanaan Festival kali ini dselenggarakan atas kerjasama lintas sektor yakni anatara Dinas Pariwisata, BPMD dan Kementrian Pariwisata Republik Indonesia, Dinas pendidikan dan Kebudayaan dan juga masyarakat.

Menurut Hiparkus pada festival kali ini sama seperti festival sebelumnya yang melibatkan para tokoh adat dari seluruh persekutuan adat di Kabupaten Ende juga masyarakat umum serta tokoh masyarakat maupun paguyuban.

Hiparkus mengatakan pelaksanaan festival diawali dengan kegiatan Flores Etnick Fashion show di sepanjang Jalan Soekarno Ende yang dimulai pada 8 hingga 9 Agustus 2019 juga kegiatan pagelaran budaya dan Kelimutu Expo pada 10 Agustus 2018 di Lapangan Pancasila.

Kegiatan lain yang juga diselenggarakan dalam rangkain acara Festival Kelimutu adalah upacara taga kamba atau wela kamba juga pertemuan tiga batu tungku yang melibatkan pemerintah dan para mosalaki (tokoh adat-red) serta tokoh agama yang digelar di pelataran Museum Tenun Ikat, Ende.

Puncak dari pelaksanaan Festival Kelimutu ujar Hiparkus adalah pelaksanaan kegiatan atau ritual pati ka du’a bapu ata mata yang digelar di Puncak Gunung Kelimutu pada 14 Agustus 2019,ujar Hiparkus.

Hiparkus mengatakan bahwa meskipun selalu digelar setiap tahun namun demikian pelaksanaan Festival Kelimutu tidak sekedar acara serimonial namun memiliki pesan-pesan penting terutama untuk pengembangan pariwisata di Kabupaten Ende.

“Artinya kita berharap agar ada wisatawan yang datang berkunjung atau menyaksikan pelaksanaan Festival Kelimutu,”kata Hiparkus.

Pesan lainnya adalah pelaksanaan festival tersebut setidaknya untuk membangkitkan nilai-nilai budaya dan sosial yang ada di tengah masyarakat terutama generasi muda sehingga mereka mampu mengenal akan budaya sendiri atau budaya lokal.

Hal lainnya adalah untuk menyamakan persepsi antara pemerintah dan para tokoh adat dan juga tokoh agama dalam kebersamaan membangun Kabupaten Ende.

Akibat Mati Listrik PLN, Jaringan Seluler di Jakarta dan Jawa Barat Terganggu

Begini Caranya Tim Futsal Rowa FC Bawa Kurangi Sampah Plastik Saat Bertanding

Ajudan Iriana Jokowi Saat Mengenakan Busana Adat Manggarai, Cantik, Masih Single Loh?

Selain itu kegiatan tersebut sebagai momen untuk menghargai para leluhur karena bagaimanapun keberadaan para leluhur tidak terlepas dengan kehidupan masyarakat saat ini.

“Jadi tidak benar kalau kegiatan Festival Kelimutu hanya sekedar acara serimonial,”kata Hiparkus. (Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved