Ini Pesan Wabup Madur Saat Hadiri Ritual Adat Penti di Gendang Ranggi, Manggarai
Sebagai pemerintah kami juga berharap agar acara adat seperti ini akan terus terjaga dan diwariskan pada setiap generasi,
Penulis: Aris Ninu | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu
POS-KUPANG-COM-RUTENG-"Sebagai pemerintah kami juga berharap agar acara adat seperti ini akan terus terjaga dan diwariskan pada setiap generasi,".
Demikian penegasan Wabup Manggarai, Drs.Victor Madur saat menghadiri ritual adat Penti Weki Peso Beo yang dilaksanakan oleh masyarakat adat Gendang Ranggi, Desa Ranggi Kecamatan Wae Ri’i, Jumat (2/8/2019).
Di mana acara ini merupakan bagian dari syukuran tahunan yang dilakukan oleh masyarakat adat setempat atau Wa’u dalam satu golo.
• Bentrok Barito Putera, Pelatih Persib Bandung Singgung Kembalinya 2 Pilar serta Kekalahan dari Arema
• Prediksi Jelang ersib Bandung vs Barito Putera, Ini Tekad Roberts Alberts Curi 3 Poin
Selain menandai syukuran tahunan, acara ini juga rutin dilaksanakan sebagai bagian dari syukuran atas hasil panen.
Wabup Madur yang hadir bersama sejumlah pimpinan perangkat daerah Kabupaten Manggarai diterima di Pa’ang – yang merupakan batas kampung – dalam acara penerimaan adat Curu, dilanjutkan dengan Kapu di Mbaru Gendang Ranggi.
Dalam acara itu, gong dan gendang ditabuh di Natas Ranggi mengiringi pentasan tarian Caci yang pelaksanaannya berlangsung selama 3 hari sejak tanggal 1-3 Agustus 2019.
• Kekhawatiran Pelatih Persib Bandung Robert Alberts terkait Ezechiel dan Mihelic saat Hadapi Barito
Tamu atau Meka Landang dalam acara ini berasal dari Desa Satarara, Kabupaten Manggarai Barat.
Wabup Madur pada kesempatan itu menunjukan kebolehannya untuk lomes dalam pementasan caci yang disebut dengan cako lalor atau pukulan kehormatan.
Puncak acara ini ditandai dengan ritual syukuran dalam ujud doa syukur oleh tua gendang kepada roh leluhur yang ditutup dengan penyembelian seekor babi jantan sebagai hewan kurban yang disebut dengan Ela Penti.
Saat memberikan arahan, Wabup Madur menjelaskan, acara ini merupakan bagian dari ritual adat Manggarai yangmesti dijaga dan dipelihara dari generasi ke generasi terutama untuk diwariskan kepada generasi muda.
“Kehadiran Pemerintah dalam ritus ini menunjukan bahwa pemerintah sangat mendukung terlaksananya ritual Penti Weki Peso Beo ini. Selain itu, sebagai Pemerintah kami juga berharap agar acara adat seperti ini akan terus terjaga dan diwariskan pada setiap generasi. Dengan harapan masyarakat gendang Ranggi ini akan tetap mendapatkan rezeki yang melimpah dari tahun ke tahun,” paparnya.
Dalam kesempatan yang sama Yohanes Dukut selaku tokoh masyarakat adat Gendang Ranggi menyampaikan terima kasih untuk kehadiran pemerintahKabupaten Manggarai dalam acara syukuran ini.
Antusias warga masyarakat setempat sangat tinggi. Masyarakat memadati arena pentasan tarian caci di pelataran rumah gendang Ranggi.
Para wisatawan mancanegara pun terlihat menikmati lenggak-lenggok para penari caci yang diiringi dengan bunyian irama gong dan gendang. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/victor-madur-5.jpg)