Satu Paket Sabu Disembunyikan Mahasiswa Dibungkus Rokok, Dibekuk di Kompleks

Barang bukti narkotika jenis sabu kedapatan dimiliki seorang mahasiswa di Bekasi. Mahasiswa bernama Yusuf Aldino (21) diringkus polisi karena kedapa

Satu Paket Sabu Disembunyikan Mahasiswa  Dibungkus Rokok, Dibekuk di Kompleks
(ANTARA FOTO/Rony Muharrman)
ilustrasi-Sabu-Sabu 

POS KUPANG.COM --Barang bukti narkotika jenis sabu kedapatan dimiliki seorang mahasiswa di Bekasi. 

Mahasiswa bernama Yusuf Aldino (21) diringkus polisi karena kedapatan memiliki narkotika jenis sabu.

Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing mengatakan,tersangka ditangkap di Komplek Poncol Jaya, Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Rabu (31/7/2019).

Saat dilalukan penggeledahan terhadap tersangka, narkotika jenis sabu itu disembunyikan dibungkus rokok miliknya.

3 Pemain Persib Bandung Siap Diturunkan saat Hadapi Barito Putera, Simak Kabar Gembira

Posisi Striker dan Pemain Baru Maung Bandung Putaran II Dibahas Pelatih Persib Robert Alberts

"Dari bungkus rokok miliknya didapatkan satu klip bening sabu seberat 2,00 gram," ujar Erna saat dikonfirmasi, Jumat (2/8/2019).

Penangkapan tersangka, kata Erna, berawal dari informasi masyarakat atas kecurigaan aktivitas transaksi narkoba di lingkungan tersebut.

Kemudian,  Satuan Narkoba Polres Metro Bekasi Kota melakukan monitoring dan pengawasan di lokasi tersebut.

"Benar ditemukan satu pria yang gerak-geriknya mencurigakan. Saat dihampiri malah kabur membuat polisi makin curiga dan benar saja saat digeledah ditemukan sabu," kata Erna.

Erna menuturkan,  berdasarkan pengakuan tersangka barang terlarang itu didapatkan dari seorang temannya bernama Renold untuk diantarkan ke temannya lagi bernama Bagol.

Persebaya Surabaya Melejit ke Peringkat 5 Mendekati Arema FC, Klasemen Sementara Liga 1 2019

"Dua orang ini juga jadi DPO (daftar pencarian orang--Red)  kita untuk dilakukan penangkapan, tersangka yang ditangkap juga positif narkoba," ucap Erna.

Saat ini, pihaknya tengah melakukan pemeriksaan secara intensif kepada tersangka.

"Kita sedang lakukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih dalam. Termasuk pengembangan ke tersangka lain," kata Erna.

Sesuai Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, tersangka dijerat Pasal 129 tentang pidana bagi perantara jual beli prekursor narkotika. Subsider pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1)

Tersangka diancam penjara maksimal 20 tahun penjara dan denda maksimal Rp 5 miliar.  (*)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved