Intakindo NTT Inginkan Anggotanya Bisa Profesional

Ini cara Intakindo NTT untuk meningkatkan profesionalisme anggotanya baik tenaga ahli maupun tenaga terampil

Intakindo NTT Inginkan Anggotanya Bisa Profesional
POS-KUPANG.COM/HERMINA PELLO
Jumpa Pers terkait pelaksanaan Musprov Intakindo NTT, Jumat (20/4/2018). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG  - Ikatan Nasional Tenaga Ahli Konsultan Indonesia (Intakindo) Provinsi NTT meningkatkan sumber daya manusia (SDM) karena lembaga ini sebagai asosiasi profesi yang menghasilkan sertifikat keahlian dan keterampilan dari konsultan dan kontraktor.

"Intakindo gelar rapat kerja untuk bahas program kerja untuk meningkatkan SDM anggota baik tenaga ahli maupun tenaga terampil, yang akan diikuti sekitar 60-70 orang di Neo Hotel by Aston," kata Ketua Dewan Intakindo Provinsi NTT, Yulandaru Ghama Siswanto, pada jumpa pers di Kantor Intakindo, Kamis (1/8/2019).

Dalam rakerprov juga akan dilaksanakan MoU dengan Undana untuk mengadakan seminar-seminar nasional yang berlangsung berikutnya, termasuk mahasiswa lulusan teknisi yang membutuhkan sertifikat keahlian. Diharapkan Intakindo bisa menjadi lembaga sertifikasi nasional.

Seorang Polisi Babak Belur Dihajar Isteri Gara-gara Foto Bantu Wanita Korban Kecelakaan

Kabar Gembira ARMY Kartu UNO Versi BTS Sudah Resmi Dijual Kamu Sudah Beli Belum?

Ketua Panitia Pelaksana, Purnomo Julianto, menambahkan mengusung tema "Peningkatan Profesionalisme Tenaga Ahli dalam Mewujudkan NTT Bangkit NTT Sejahtera" raker bertujuan untuk meningkatkan penilaian kinerja dari anggota Intakindo yang ditunjuk sesuai dengan SK yang sudah diterima.

"Mudah-mudahan dengan kegiatan Rakerprov anggota Inkindo bisa bekerja secara profesional sesuai aturan, arahan dan kode etik dari Intakindo," tuturnya.

Setelah Rakerprov akan dilanjutkan dengan seminar regional, Sabtu (3/8/2019) dengan menghadirkan lima narasumber yaitu Djoko Soepriyono, Andreas W Koreh, M Simamora, Rani Hendrikis, Andi Hidayat Rizal dan Partogi Simatupang.

Cemburu Cowoknya Lirik Perempuan Lain, Cewek Ngamuk lalu Hantam Laptop ke Kepala Pacar dalam Pesawat

Seminar ini terbuka untuk seluruh asosiasi dan akan diikuti sekitar 150-an peserta, termasuk 50 mahasiswa dari Undana dan Unwira.

"Tujuan untuk menambah wawasan peserta, dimana pada prinsipnya keahlian harus dikembangkan dan dipupuk lewat pelatihan. Pelatihan ini merupakan salah satu persyaratan untuk perpanjangan sertifikat keahlian dan ini baru pertama kali dilakukan oleh Inkindo. Kami buka jalan mengadakan pelatihan ini agar semua asosiasi bisa mengikuti betapa pentingnya menambah wawasan bagi anggota," tuturnya.

Bendahara Intakindo, Poedji Watono, menambahkna, setiap tenaga kerja yang terlibat dalam pembangunan kontruksi harus mempunyai sertifikat.

"Bila lulusan S1 maka harus mempunyai sertifikat keahlian dan pendidikan dibawah S1 harus memiliki sertifikat keterampilan. Misalnya, tukang kayu, tukang batu dan tukang besi harus mempunyai sertifikat. Jadi semua proyek baik yang didanai oleh APBD maupun APBN tenaga kerja yang terlibat harus bersertifikat," kata Poedji.

Intakindo lanjutnya menaungi tenaga kerja di bidang kontruksi dengan tenaga kerja ahli sekitar 600 orang lebih dan terampil yang jumlahnya masih sedikit.

Hadir dalam jumpa pers, Wakil Ketua Pengembangan Usaha dan Dana Organisasi, Mutakim; Wakil Ketua Pengembangan SDM, Arnold Maukari dan Sekretaris, Hironimus M Turut. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved