Begini Tanggapan UPT PPKAD Kabupaten Nagekeo, Fransiskus Futi Terhadap Tax Amnesty Pemprov NTT

Begini Tanggapan UPT PPKAD Kabupaten Nagekeo, Fransiskus Futi Terhadap Tax Amnesty yang dikeluarkanPemprov NTT sangat tinggi

Begini Tanggapan UPT PPKAD Kabupaten Nagekeo, Fransiskus Futi Terhadap Tax Amnesty Pemprov NTT
POS KUPANG/ADIANA AHMAD
KANTOR SAMSAT MBAY - Suasana pembayaran pajak kendaraan bermotor di Kantor Samsat Mbay, Senin (19/2/2018). 

Begini Tanggapan UPT PPKAD Kabupaten Nagekeo, Fransiskus Futi Terhadap Tax Amnesty Pemprov NTT

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | MBAY - Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendapatan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD) Wilayah Kabupaten Nagekeo, Fransiskus Futi, SH, mengatakan, antusiasme warga membayar pajak pasca keluarnya kebijakan gubernur NTT terkait keringanan pajak kendaraan bermotor sangat tinggi.

"Antusiasme warga cukup tinggi. Mulai dari hari Kamis hingga Jumat kemarin sudah mulai ramai," ujar Fransiskus, kepada POS-KUPANG.COM per telepon, Sabtu (3/8/2019) malam.

Fransiskus mengatakan banyak juga masyarakat yang belum mengetahui kebijakan gubernur terkait keringanan pajak, bebas denda bea balik nama dan lainnya itu.

Sehingga pihaknya masih terus menyebarkan informasi via media sosial sehingga masyarakat bisa mengetahui dan segera datang membayar pajak di kantor UPT PPKAD Nagekeo.

Evi Masamba Lahirkan Bayi Putri, Coba Lihat Hidung dan Matanya Malah Mirip Siapa Ya?

"Banyak masyarakat yang belum tahu. Kami semua staf sedang menyebarkan informasinya saat ini," paparnya.

Ia menjelaskan kebijakan ini dinilai sangat membantu dan meringankan beban masyarakat jika selama ini tunggak bayar pajak. Sehingga dirinya meminta masyarakat supaya bayar pajak karena dendanya sudah dihapus.

Ia mengatakan kebijakan ini akan berlaku hingga tanggal 31 Oktober 2019. Bagi masyarakat yang ingin bayar pajak segera datang terlebih khusus bagi yang sedang menunggak. Karena dendanya sudah dihapus.

Daftar Nama-Nama Anggota Paskibra 17 Agustus, Nona Atambua Ikut Kibarkan Bendera di Istana Negara

Ia mengatakan faktor utama warga tidak membayar pajak kendaraan bermotor adalah kesadaran masih kurang dan faktor ekonomi.

"Yang dominan itu kesadaran faktor ekonomi. Kita terus laksanakan sosialisasi," ujarnya.

Ia mengajak kepada masyarakat yang merasa menunggak bayar pajak segera manfaatkan kesempatan ini.(*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved